IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

BPOM Tidak Temukan Zat Berbahaya Yang Digunakan Para Pedagang Takjil Sawahlunto

Petugas laboratorium mobile BPOM saat melakukan pemeriksaan sampel berbagai jenis makanan takjil di Pasar Talawi dan Pasar Sawahlunto tidak menemukan pengunaan zat-zat berbahaya dalam makanan yang dijual pedagang. (Foto : Iyos)
Petugas laboratorium mobile BPOM saat melakukan pemeriksaan sampel berbagai jenis makanan takjil di Pasar Talawi dan Pasar Sawahlunto tidak menemukan pengunaan zat-zat berbahaya dalam makanan yang dijual pedagang. (Foto : Iyos)
PT GITO PERDANA SEJAHTERA
SAWAHLUNTO- Tim pemeriksa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang, melakukan uji labor terhadap18 sampel makanan pabukoan di Sawahlunto. Pemeriksaan sampel makanan itu bersumber dari pedagang makanan di Pasar Talawi dan Pasar Sawahlunto yang dilakukan petang hari ini, Rabu (5/4/2023).


Yon Firman, Substansi Informasi dan Komunikasi BPOM Padang kepada beritaminang.com mengatakan, pemeriksaan Labor yang dilakukan timnya lebih kepada jenis makanan pabukoan atau takjil berupa cendol delima, rumput laut, mie, kerupuk merah, es campur, serta makanan lainnya yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan warga.


Dikatakan Yon Firman, sampel dari jenis makanan tersebut diambil dari pedagang Pasar Talawi sebanyak 7 jenis makanan, dan 11 jenis makanan lainnya dari pedagang Pasar Sawahlunto.


Ditambahkan seorang anggota tim, pengujian dilakukan terhadap unsur zat yang digunakan seperti borak, rodamin, metanil yellow dan formalin. Namun dari hasil pengujian labor yang ditunggangi Inneke Kusmawardani dan Rani Wirmasari tidak ditemukan kesemua unsur kimia tersebut dalam makanan takjil yang dijual masyarakat.

Namun dari hasil pengawasan makanan lainnya, di sebuah mini market di Talawi ditemukan jenis bahan kue yakni coklat putih dan pondan yang sudah kadaluarsa atau expaired dikarenakan barang tersebut stok lama yang jarang disentuh pembeli. Hasil temuan tersebut diminta Pihak BPOM agar bahan tersebut dikembalikan ke agen atau dimusnahkan sendiri, serta tidak dibenarkan dipajang atau dijual lagi ke konsumen.


Plt.Kepala Dinas Kesehatan Dr. dr.Ambun Kadri, yang juga sebagai Sekdako Sawahlunto, didampingi Sekretaris Dinas Asrul, S.Km, dan dr.Reza Puskesmas Kampung Teleng menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat khususnya para pedagang pabukoan yang sangat kooperatif saat tim BPOM melakukan pemeriksaan terhadap jenis makanan yang mereka jual.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH