Tidak hanya itu, intervensi yang dilakukan Pemkot Payakumbuh juga melibatkan instansi terkait lainnya, seperti Dinas Sosial dan instansi lainnya.
"Semua bergerak, misalnya bayi tersebut terganggu pertumbuhannya karena tempat tinggal yang tidak layak dan nanti instansi terkait akan mencarikan solusinya," sebutnya.
Setelah itu, tidak terdapatnya angka stunting di Payakumbuh juga tidak terlepas dari kecukupan gizi ketika masa kehamilan.
"Untuk tahun 2020 ini kami optimis agar semua permasalahan terkait pertumbuhan bayi dan balita di kota Payakumbuh akan menjadi seminimal mungkin bahkan ditiadakan, Disini peran dari puskesmas dan posyandu. Bagaimana memastikan ibu hamil mendapatkan kecukupan gizi," pungkas Bakhrizal.
Sementara itu, Bunda PAUD kota Payakumbuh Ny. Henny Riza Falepi saat dihubungi, mengatakan selain berperan membentuk generasi Payakumbuh berkualitas sedari dini, PAUD di Payakumbuh juga diarahkan untuk pencegahan stunting.
Henny mengatakan penanganan stunting merupakan salah satu fokus Pemerintah Payakumbuh di bidang kesehatan. Menurutnya, angka stunting yang ada di Payakumbuh akan mengancam kualitas sumber daya manusia di masa depan.
"Tentu saja kualitas yang dimiliki guru PAUD akan memberikan kemudahan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama bagi orang tua anak didik agar melakukan pola asuh yang benar. Oleh karena itu, wadah PAUD juga kita gunakan untuk pencegahan stunting," pungkasnya.
Yus
Editor :






