Bahkan ditekankannya, kehadiran NU, GP Ansor dan Banser Ansor tidak bisa di klaim miliki salah satu partai politik saja, namun milik semua partai politik," ungkapnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa untuk menjadi pengurus GP Ansor dan Banser Ansor harus melalui proses latihan yang ditandai dengan dimilikinya sertifikat. Maka untuk menjadi pengurus organisasi NU itu haruslah ditandai dengan adanya kepemilikan sertifikat latihan, salah satunya DTD ini.
Ia juga mengharapkan bahwa melalui DTD ini akan mewujudkan karakter kepemudaan. Dimana GP Ansor harus gerak cepat dan memiliki karakter kerakyatan serta tidak boleh ugal-ugalan.
Sedangkan Fitri Yoni selaku panitia pelaksana DTD Pimpinan Cabang
GP Ansor Solsel melaporkan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan tercatat sebanyak 100 orang yang berasal dari Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Darmasraya, Pesisir Selatan, dan Kota Solok serta dari Kabupaten Solsel sendiri.
Ketua Pimpinan Cabang NU Solok Selatan, Yulkisra, S. Ag menyambut baik adanya kegiatan DTD yang merupakan pertama dilaksanakan di wilayahnya.
Kedepan tentu dengan sudah selesainya pelaksanaan DTD, akan lahir organisasi yang memiliki pengurus yang handal dan betuk-betuk berkontribusi untuk mendukung pembangunan di Solsel," harapnya.
Hadir saat pembukaan DTD Gerakan Pemuda Ansor Pimpinan Cabang GP Ansor Solsel tersebut, Satgas Kordinator Banser Wilayah Sumbar , Jafrinal Efendi, SH, Asisten 1 Sekdakab Solsel, Putra Nusa, Pimpinan Cabang Muslimah Solsel, Kepala OPD, serta Ketua MUI Solok Selatan. (AA)
Editor : Berita Minang






