MASYARAKAT Minang pada saat ini, masih banyak menggunakan taradisi dari ninik Moyang mereka. Khususnya pada masnayarakat Sumbar lebih tepatnya di kota dan daerah setempat yang ada di Minangkabau,oleh sbab itu masnyarakat Sumbar banyak memakai tradisi-tradisi Kuno dan bersembonyan pada petuah adat yaitu: Adat Basandi Syarak,Syarak Basandi Kitabullah. Nah dari sini kita ketahui bahwa ragam macam adat Minang sangatlah berpatokan dengan hukum ajaran agama dan syariat Islam. Oleh sebah itu kita akan membahas tentang salah satu Tradisi adat Minang yang berlatar belakang atau menyakut tentang Upacara Kematian.
Upacara kematian yang ada di Minangkabau sendiri memiliki ragam dan ciri khas pada setiap daerahnya,meskipun begitu adat dan tardisi ini memiliki makna yang sama juga walaupun di kota dan daerah setempat. Nah kali saya akan membahas tentang Upacara Kematian itu sendiri di kota besar lebih tepatnya di Kota Padang. Apa saja yang di lakukan dalam Upacara Kematian tersebut dan apa saja tahapan yang ada,serta masih adakah orang atau masnyarakat di kota Padang tersebut masih menyelanggarakan Upacara Kematian yang bersangkutan dengan adat dan tradisi? Nah maka dari itu kita akan mengupas satu persatu tentang Upacara Kematian yang ada di Minangkabau.
1.Apa yang diselanggarakan dalam Upacara Kematian yang ada di kota Padang?
Upacara adat khusnya dalam Upacara Kematian yang ada di kota Padang,ada berberapa perbedaan yang sangat tipis di setiap daerah yang ada di Sumbar ini,kalau di kota Padang masih menyelanggrakan pengajian di rumah (yasinan) atau takziah serta melakukan sesi Mnigo Hari,manujuh hari,ampek puluh hari dan saratuih hari. Akan tetapi dari sumber yang saya baca dan saya telaah bahwa di salah satu daerah sumbar lebih tepatnya di daerah Pariaman. Manyarakat atau warga disana memakai antaan samba 5 suku dan memberi kain kafan ke orang yang bersangkutan,berbeda dengan di Padang karena kota Padang sendiri sudah mulai maju dan modrem tradsi tersebut sudah mulai memudar dan berangsur-angsur hilang. Dan juga masnyarakat kota Padang juga menyenglegarakan badakak atau dalam bahasa Indonesianya,urutan dalam pengambilan dlam membaca Al-Quraan. Dari yang telah diselenggarakan dalam upacara kematian tersebut kita akan masuk ke sesi apa saja jenis upacara yang telah disebutkan.
2.Maninggo hari (tiga hari)
3.Manujuh hari( tujuh hari)
Kenyaka tradisi ini juga tidak banyak memakan proses dan waktu,di karenakan tradisi manujuh hari cuman menyambung membaca surat Al-Quran sampai 40 hari. Akan tetapi para melayat atau warga juha boleh berdatangan kerumah duka untuk melakukan takziah.
4.Dua kali tujuh
Tradisi ini juga sangat jarang juga di pakai oleh masnyarakat kota Padang di karenakan orang-orang sudah mulai pada sibuk utuk melakukan kegiata aktivitas lainnya. Maka dari itu warga Padang melingkaui prosesi upacara ini,akan tetapi juga harus tetap melakukan pemabacaan ayat suci Al-Quran supaya mayat tenang di alam Barzah,dan kata orang tetau minang teradahulu supaya arwah mayat tenang serta tidak bolak-balik rumah.
Editor : Marjeni Rokcalva






