Samik Ibrahim meninggal dunia tanggal 24 Nopember 1978 saat menunaikan ibadah haji di Makkah. Setahun kemudian, dia dianugerahi piagam penghargaan sebagai pahlawan masyarakat oleh Gubernur Sumbar Ir. Azwar Anas tanggal 17 Agustus 1979.
Pada tahun 2017, Samik Ibrahim juga memperoleh penghargaan dari PWM Sumbar atas jasa-jasanya dalam pengembangan cabang dan ranting Muhammadiyah di Pesisir Selatan.
Salah seorang murid Buya Samik Ibrahim, Milus menceritakan Semasa hidupnya, Samik Ibrahim akrab disapa adalah seorang guru (Volkschool Kambang, HIS Muhammadiyah, dan Normaal School Muhammadiyah Padang), juga saudagar di NV KOPAN dan Persatuan Bandar Sepuluh (PERBAS). Aktivitasnya yang bergelut di dunia bisnis ekspor-impor juga mendorong sosok yang terkenal vokal ini aktif dalam Persatuan Saudagar Indonesia (PERSDI).
Ia juga merupakan perintis Tentara Keamanan Rakyat Angkatan Laut (TKR-AL) pada akhir September 1945. Sejak resmi berdiri, ratusan pemuda dari Pesisir Selatan mendaftarkan diri sebagai tentara. Samik masa itu,memberikan bantuan ransum untuk calon tentara yang menjalani latihan militer di Kota Padang.
Dilanjutkan penandatangan Prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar. (Ynd)
Editor :






