Puncak HPN ini dibuka Presiden RI, Ir. Joko Widodo yang juga dihadiri Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, Panglima TNI, Kapolri, Kasad, Kasau, Kasal, menteri kabinet, ketua Dewan, ketua PWI, kepala daerah, dan anggota PWI se-Indonesia.
Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan terima kasih atas nama masyarakat dan juga pemerintah kepada PWI atas kontribusinya kepada bangsa dan negara.
"Sejak awal, awak media berkontribusi besar dalam menyuarakan ajakan perjuangan kemerdekaan, menyuarakan inovasi-inovasi pembangunan dan menjadi penopang utama demokratisasi," ucapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, menkominfo baru saja mengajukan izin prakasa mengenai rancangan Perpres tentang kerja sama perusahaan platform digital dengan perusahaan pers untuk mendukung jurnalisme yang berkualitas. Berkaitan hal itu, Jokowi menyarankan Perpres tersebut harus bisa rampung dalam sebulan ke depan.
Di tengah suasana saat ini, katanya, insan media arus utama (media maintream) justru sangat dibutuhkan. Untuk menjadi rumah penjernih informasi, menyajikan informasi yang terverifikasi dan menjalankan peran sebagai communication of hope yang memberikan harapan semuanya.
Selain itu, Jokowi juga meminta kepada seluruh pihak untuk mendukung keberadaan media arus utama. Untuk tetap eksis berkelanjutan media arus utama harus melakukan inovasi-inovasi, harus adaktif terhadap teknologi dan melakukan langkah-langkah strategis.
Sementara itu, Wako Fadly melalui Kominfo mengucapkan selamat HPN yang bertemakan Pers Bebas, Demokrasi Bermartabat. "Semoga ini bisa menjadi momentum untuk semakin meningkatkan peran pers sebagai peranti demokrasi yang mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya
Dalam peringatan HPN juga dilakukan penyerahan Anugerah Kebudayaan kepada 10 kepala daerah kabupaten/kota se-Indonesia. Yang mana, Fadly Amran juga sudah mendapatkan anugerah tersebut pada peringatan HPN 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara. (Dega/Lex)
Editor :






