IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Menteri PUPR Resmikan Masjid Agung Dharmasraya, Ini Pesannya

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimujiono disaksikan Bupati Sutan Riska, Jum'at, (06/01/23) saat meresmikan Masjid Agung Dharmasraya. Foto: Kominfo Dharmasraya
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimujiono disaksikan Bupati Sutan Riska, Jum'at, (06/01/23) saat meresmikan Masjid Agung Dharmasraya. Foto: Kominfo Dharmasraya
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Masjid Agung Dharmasraya ini dibangun diatas lahan seluas 6,26 hektar yang awalnya ini hibah dari Kementerian Pertanian RI dengan luas bangunan lantai 1 dan lantai 2 8.700 M2 dengan kapasitas jamaah lebih kurang 8.000 orang.

"Pada saat ini, kondisi Masjid Agung memang belum selesai secara keseluruhan. Karena masih ada beberapa segmen yang harus diselesaikan. Namun, secara struktur dan sarana prasarana sudah dapat kita pergunakan untuk pelaksanaan Ibadan dan kegiatan keagamaan lainnya," kata Bupati lagi.

Masjid Agung Dharmasraya ini, secara struktur bangunan mencerminkan pola kehidupan social budaya masyarakat Dharmasraya dan Minangkabay pada umumnya. Masjid ini memiliki empat buah kubah yang terlihat bertingkat berjenjang seperti orang sujud. Dengan pengertian menggambarkan masyarakat Dharmasraya yang taat dalam melaksanakan ajaran Islam dan memiliki empat menara. Sekarang masih dalam tahap penyelesaian. Hal ini menggambarkan motto Kabupaten Dharmasraya yaitu Tau Jo Nan Ampek, yang mengandung arti masyarakat yang memiliki pengetahuan yang komplek tentang adat, agama, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sedangkan tau jo nan ampek juga mengandung makna yang komplek yaitu nan ampek di syara atau agama yaitu kitab nan ampek. Terdiri dari Kitab Zabur, Taurat, Injil dan Kitab Al-Qur'an. Sahabat yang ampek (Khullafahurrasyid) terdiri dari Abu Bakar Siddiq, Umar Bin Khatab, Usman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib.

Imam yang Ampek, terdiri dari Imam Syafii, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Maliki. Adat nan Ampek terdiri dari adat nan sabana adat. Adat nan diadatkan, adat nan taradat dan adat istiadat. Tau dengan sejarah kerajaan nan ampek dalam Kabupaten Dharmasraya yaitu Kerajaan Siguntur, Pulau Punjung, Padang Laweh dan Koto Besar.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Sementara itu menurut Menteri PUPR, mengatakan bahwa pembangunan Masjid Agung ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan Pemerintah Pusat. Dan berahap agar keberadaan Masjid Agung ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat Kabupaten Dharmasraya.

Menteri PUPR juga berharap agar Masjid Agung ini dapat dipelihara dengan sebaik mungkin, karena memelihara lebih berat dibandingkan dengan membangunnya. Dengan memelihara sebaik mungkin pembangunan Masjid Agung ini, maka peruntukkan Masjid Agung dapat dimanfaatkan sesuai dengan harapan dan keinginan kita bersama.

"Saya berharap, agar pembangunan Masjid Agung ini dapat diperlihara dengan sebaik mungkin. Sebab, memelihara itu lebih sulit dibandingkan dengan membangun. Untuk itu, marilah kita jaga apa yang telah dibangun. Terutama pembangunan Masjid Agung ini," harap Menteri PUPR. (Eko)

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH