Gubernur menyebut masih banyak literasi masyarakat sumbar yang masih rendah dalam pengetahuan stunting. Ia berharap Kepada Dinas Kesehatan menyiapkan informasi terkait stunting di berbagai media, baik dengan spanduk dan baliho di berbagai tempat. Serta berkoordinasi dengan ustad-ustad di masjid untuk mengisi pesan ceramahnya yang terkandung pesan stunting dan kesehatan, misalnya saja bagaimana arti penting kesehatan di dalam kehidupan beragama.
Sekretaris Utama (Sestama) Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Pusat, Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si., mengatakan Indonesia di tahun 2045 yang akan datang akan menghadapi bonus demografi, yang jumlah penduduk yang produktif akan lebih banyak dari penduduk yang bukan produktif, sehingga saat ini SDM Indonesia sedang disiapkan menjadi generasi unggul di tahun tersebut.
Ia juga mengatakan, Percepatan stunting perununan stunting memerlukan intervensi spesifik yang dilakukan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui sinergi dan sinkronisasi di antara Pementeriah/Lembaga, Pemerintan Daerah Provinsi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa, dan pemangku Kepentingan.
"Oleh sebab itu kami mengeluarkan program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang bekerjasama dengan berbagai Corporate Social Respontibility (CSR) di Sumbar," paparnya.(MMC/BM)
Editor : Berita Minang






