JAKARTA - Fakhri Husaini menolak tawaran PSSI untuk kembali ke Timnas Indonesia U-19. Fakhri mengaku tak tertarik untuk menjadi asisten pelatih Shin Tae-yong di Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Fakhri bahkan takkan meninggalkan keluarganya yang berada di Bontang, Kalimantan Timur, hanya untuk menjadi asisten Shin Tae-yong.
Kontrak Fakhri di Timnas U-19 sudah habis sejak Desember 2019 lalu. Setelah itu, belum ada pembicaraan lagi dengan PSSI terkait masa depannya. Memang sebelumnya sudah ada pertemuan antara Fakhri dan perwakilan dari PSSI Danurwindo. Dari pertemuan itu dikatakan bahwa Fakhri tetap menjadi bagian dari timnas Indonesia U-19, tapi bukan pelatih kepala
Fakhri Husaini pun membeberkansebab mengapa ia menolak menjadi asisten pelatih Shin Tae-yong. Pertama, PSSI melalui Danurwindo tidak bisa memberikan alasan yang memuaskan terkait penunjukan Fakhri sebagai asisten Shin Tae-Yong.
Hal itu membuat Fakhri beranggapan bahwa PSSI menawarkan posisi asisten karena statusnya sebagai pelatih lokal.
Kedua, Fakhri tidak ingin meninggalkan jajaran asisten, "kit man" dan ofisial timnas U-19 yang membantunya sepanjang 2019.
Alasan lain, pelatih yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-16 2018 tersebut menilai posisi asisten pelatih tidak memberikan tantangan dalam karier dia.
"Di situ saya bilang kalau saya sebagai asisten. Tidak ada tantangan. Kalau mencari aman, posisi itu saya ambil. Tapi, saya bukan tipe seperti itu. Saya tidak akan meninggalkan pekerjaan dan keluarga kalau seperti itu. Saya bukan merendahkan Shin Tae-yong. Saya yakin akan dapat banyak ilmu, tapi buat saya bukan seperti itu," lanjut Fakhri.
Editor :






