PADANG - Sumatera Barat meloloskan 25 Cabang Olahraga (Cabor) dari 37 Cabor dan 153 atlet pada ajang Pekan Olahraga Nasional XX 2020 Papua mendatang. Sementara itu, ada empat Cabor yang lolos PON, tapi tidak dipertandingkan di PON Papua.
Hal ini dikatakan Ketua Umum KONI Sumbar Syaiful, SH, MHum, saat berbicara dakam rapat persiapan TC berjalan atlet Sumbar dalam menghadapi XX - 2020 Papua, di Hotel Padang, Kamis (9/1/2020).
Disebutkan Ketua KONI Sumbar, empat Cabor yang mengikuti Kejurnas, balap sepeda, senam, soft tenis gate ball. Keempatnya lolos PON, namun tidak dipertandingkan di PON Papua nanti. Namun, dalam rencana TC terpadu tetap dimasukkan, akan tetapi tentu ada batasnya.
"Kita akan menunggu kalau ada perubahan dari Panpel, jika tidak ada perubahan dari Panpel maka ke empat Cabor tersebut kita nyatakan tidak melanjutkan TC berjalan lagi," ujar Syaiful.
Dia menambahkan untuk TC berjalan dilaksanakan awal Februari,-Juli tahap pertama, tahap kedua TC terpadu selama dua setengah bulan. TC berjalan diserahkan kepada Pengprov Cabor masing masing. Termasuk soal makan dan kebutuhan atlet diserahkan kepada Pengprov Cabor. Kemudian dilanjutkan dengan TC terpadu akan asramakan.
Selain itu Sumbar ikut ke PON XX di Papua 2020 nanti bukan sekadar ikut saja. Akan tetapi, Sumbar akan ikut harus dengan mengejar prestasi. Sebab secara geografis Papua memang cukup jauh dari Sumbar, maka membutuhkan budget yang besar, maka cukup ironis kalau hanya sekedar ikut dengah kos yang tinggi.
"Untuk mengikuti alek PON Papua 2020 ini Sumbar hanya dianggarkan Rp36, 9 miliar. Dana dipergunakan untuk kegiatan TC berjalan, TC terpadu dan TC khusus serta try out menjelang PON Papua nanti. Termasuk untuk dana reward motivasi spontan dan reward kepada atlet yang meraih medali di PON Papua nanti.
Reward direncanakan sebesar Rp 25 juta hingga Rp50 juta untuk reward spontan, yang memperoleh medali emas. Kemudian, reward sepulang PON Papua nanti sedianya akan dianggarkan nantinya.
(MR) Editor :






