Dekan Fateta Alfi Asben menyebutkan, Fakultas Teknologi Pertanian telah mempertimbangkan isu pertanian berkelanjutan dan biosistem sangat penting bagi pembangunan di sektor pertanian. Dikatakannya, populasi dunia meningkat pesat, disaat bersamaan pertanian dunia menghadapi tantangan kritis.
"Meningkatnya permintaan dari memproduksi dan mendistribusikan makanan dan serat yang cukup, ditantang oleh ketakutan alami dari persoalan sumber daya," ungkapnya.
Rektor Unand Yuliandri yang memberikan kata sambutan, menyebutkan, Fateta Unand menjadi fakultas kesebelas di Universitas pada tanggal 15 Mei 2008. Sejak saat itu, Fateta Unand secara konsisten memberikan kontribusi tidak hanya dalam memberikan layanan pendidikan yang luar biasa, tetapi juga dalam mengusulkan inovasi teknologi. berkaitan dengan praktik pertanian.
Sebagai Rektor Unand, Yuliandri mengatakan konferensi ini merupakan platform yang bagus untuk memfasilitasi kolaborasi intensif dan transfer ilmu pengetahuan.
"Meskipun tahun ini masih diadakan secara virtual, namun saya berharap, konferensi ini memberi kita kesempatan besar untuk bertukar ilmu pengetahuan, serta membangun jaringan menjadi komunitas yang kuat dari persekutuan intelektual dan professional," sebutnya.
ICSAB tahun ini menghadirkan 5 orang pembicara kunci (keynote speakers) dan 174 makalah yang masuk. Untuk 5 orang pembicara kunci yakni, Prof. Hiroki Oue, The Dean of United Graduate School of Agricultural Science, Ehime University, Japan; Assoc. Prof. Ts. Dr Shamsiah Abdullah Faculty of Plantation and Agrotechnology, UiTM Malaysia; Patpent Penjumras, PhD, Maejo University, Thailand; Dr. Wida Susanty Haji Suhaili, Universiti Teknologi Brunei, Brunei Darussalam; Suha Gaafar B. Elsoragaby, Ph.D, University of Khartoum, Sudan; dan Dr. Renny Eka Putri, Faculty of Agricultural Technology Andalas University, Indonesia.
Menurutnya, memilih panas kultivar toleran merupakan salah satu penanggulangan masalah ini. "Sebagai pendekatan mekanisme toleransi panas beras, sifat konduktansi stomata (gs) dan laju transpor elektron (ETR) dibandingkan antara empat kultivar; Koshihikari (KH), Nikomaru (NM), Hinohikari (HH) dan Himenorin (HR) kultivar baru yang dikembangkan di Prefektur Ehime," terang Hiroki.
Pembicara kunci lainnya, Renny Eka Putri memaparkan hasil penelitiannya dengan judul 'Pertanian Presisi: Jalan Ke Depan di Mekanisasi Pertanian. Dijelaskan Renny, salah satu cara untuk mencapai target produksi tanaman adalah dengan meningkatkan hasil rata-rata tahunan melalui penggunaan varietas unggul, adaptasi teknik pertanian presisi, tepat pengelolaan tanaman selama masa tanam, dan penanganan tanaman yang tepat untuk mengurangi kehilangan gabah sebelum dan sesudah panen.
Menurutnya, mekanisasi dan teknik pertanian presisi selalu diprioritaskan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan meningkatkan pemanfaatan input efisiensi produksi pertanian.
Editor : Berita Minang






