IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemerisrek RI Monev DAK Pusat di Solsel, Ini Hasilnya

Tim Monitoring dan Evaluasi DAK Pusat Wahyu Maliki didampingi Kabid Dikdas Disdikpora Solsel, Rina Indriani, Kasi Sapras Supatman, Kasubag Keuangan, Afrinaldi dan Kepala UPT SD Negeri 09 Kepala Bukit, Afrimon, usai melakukan kunjungan, Selasa (18/10/2022). Foto Afrizal Amir
Tim Monitoring dan Evaluasi DAK Pusat Wahyu Maliki didampingi Kabid Dikdas Disdikpora Solsel, Rina Indriani, Kasi Sapras Supatman, Kasubag Keuangan, Afrinaldi dan Kepala UPT SD Negeri 09 Kepala Bukit, Afrimon, usai melakukan kunjungan, Selasa (18/10/2022). Foto Afrizal Amir
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Adapun kegiatan DAK Solsel tersebut antara lain, rehabilitasi, pembangunan serta bantuan TIK. Adapun untuk bantuan TIK untuk SD ada sekitar 85 sekolah, dan SMP ada sekitar lima sekolah. Sedangkan DAK pisik untuk SD dan SMP ada sebanyak 25 UPT.

Terkait dengan pelaksanaan pisik yang mengalami kendala masalah kenaikan harga material bangunan, namun secara umum semua pelaksanaan pisik kegiatan pembangunan dari dana DAK di Solok Selatan telah terlaksana sesuai ketentuan, " jelas Supatman yang sekaligus sebagai PPK dan PPTK kegiatan pisik DAK itu.

Sedangkan Afrinaldi (Kasubag Keuangan Disdikpora Solsel) menjelaskan bahwa kegiatan Monev ini tujuannya adalah untuk meminimalisir permasalahan disekolah, terutama masalah yang terjadi terkait SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah) Gantung dan Arkas (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) Perubahan.

Artinya, Monev BOS oleh Tim Direktorat Dasar Kemerisrek RI kali ini adalah untuk memastikan dari pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), mulai dari Arkas perubahan sampai pada SIPLah Gantung.

Maksud SIPLah Gantung adalah pembelian barang oleh satuan pendidikan melalui aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah(SIPLah) yang dianggap belum selesai oleh sistem atau sekolah yang belum selesai melakukan transaksi pada aplikasi SIPLah.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
" Diartikan bahwa, jika sekolah belum tuntas dalam melakukantransaksipada aplikasiSIPLah. Terjaditransaksigantung karena sekolah sudah melakukan pembayaran melalui rekening, tetapi belum mengunggah bukti pembayaran ke aplikasiSIPLah," jelas Afrinaldi.

Ditambahkannya, bahwa penggunaan dana BOS di semua sekolah di Solsel sudah melalui mekanisme Arkas, dan hingga saat ini belum ditemukan permasalahan SIPLah Gantung.

" Ketika tim Monev Pusat melakukan pemeriksaan, Alhamdulillah semua sekolah di Solsel sudah mempergunakan aplikasi Arkas," tambahnya.

Sementara total dana BOS untuk sekolah negeri dan swasta di Solsel pada tahun 2022 berjumlah sebanyak Rp. 24 Milyar. Sedangkan saat ini sudah masuk pada pencairan tahap ketiga. (AA).

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH