Benteng ini memanfaatkan bukit yang panjangnya kira-kira 800 meter dengan ketinggian yang cukup untuk mengintai musuh. Kondisi tanahnya bukit cadas dangan permukaan puncak sekitar 4 hingga 10 meter. Pada bagian puncak bukit saat ini sudah diolah masyarakat.
Belakangan di lokasi benteng didirikan monumen untuk mengenang perjuangan Tuanku Imam Bonjol.
Menurut informasi, tidak jauh dari lokasi benteng Bukit Tak Jadi terdapat lokasi dengan lubang-lubang kecil di permukaan tanah sebagai sisa tungku yang dipercaya merupakan bagian dari dapur yang digunakan pada masa perjuangan Tuanku Imam Bonjol. (***)
*) M. Abduh dari Hutan Kemasyarakat Musus Saiyo, Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat adalah peserta Pelatihan Jurnalisme Warga "Muda Melangkah" yang diadakan WRI Indonesia di Bukittinggi akhir Agustus 2022







