IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

ECHO-Green, Studi Banding Ajang Berbagi Ilmu Pertanian Ramah Lingkungan

ECHO-Green, Lakukan Studi Banding Pertanian Ramah Lingkungan. Foto Yenny
ECHO-Green, Lakukan Studi Banding Pertanian Ramah Lingkungan. Foto Yenny
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

"Konsep ekonomi hijau yang dikembangkan adalah bagaimana pemanfaatan lahan pekarangan dengan pengembangan budidaya tanaman bumbu dapur khususnya jahe merah," kata dia.

Menurutnya, pemilihan konsep ini didasari bahwa secara umum banyak ditemukan lahan pekarangan yang luas dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Tanaman yang cocok dikembangkan yang dapat bernilai ekonomis tinggi salah satunya jahe merah.

Ketua Kelompok Perempuan Tani Kampung Apar Zetri menyebutkan, kegitan hari ini diisi dengan sosialisasi Pertanian Ramah Lingkungan, beserta penyampaian materi terkait produk produk pertanian ramah lingkungan yang dihasilkan dari masing-masing kelompok binaan dari ECHO-Green.

Ia mengatakan kegiatan yang sudah dilakukan dalam bentuk sekolah lapang dengan materi bagaimana budidaya jahe merah dengan menggunakan karung, proses budaya dengan metode ramah lingkungan, pemanfaatan pupuk kompos dan pupuk organic cair.

"Kegitan hari ini diisi dengan sosialisasi Pertanian Ramah Lingkungan, beserta penyampaian materi terkait produk produk pertanian ramah lingkungan yang dihasilkan dari masing-masing kelompok binaan dari ECHO-Green. Pada kelompok kami, fokus pada pertanian perkarangan yang disebut apotik hidup. Hingga kini, kelompok kami telah memproduksi minuman Bandrek yang bahanya dari jahe merah untuk ketahanan tubuh, bagi yang mengkosumsi minuman jahe merah tersebut," kata dia.

Proses kegiatan juga sama dilakukan seperti di demplot Nagari Sungai Bulauh Utara, yang dipimpin oleh Ernawati tenaga ahli lokal memberikan informasi tentang konsep ekonomi hijau yang dikembangkan di demplot.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ernawati menyebutkan adanya kunjugan studi banding ini mampu menerapkan teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan bisa menjaga serta meningkatkan kesuburan tanah sehingga dapat terus melakukan budidaya sayur sayuran dan tanaman lainya agar kualitasnya bagus, rendah residu pestisida sehingga produk pertanian di daerah ini dapat bersaing dari daerah lainya.

Ia menyebutkan, tanaman hortikultura khususnya sayur kangkung dan jagung menjadi focus pembelajaran didemplot. Jenis tanaman yang dikembangkan ini sangat cocok bagi perempuan tani yang ada di nagari Ketaping. Proses budidaya juga dilakukan dengan pemanfatan pupuk kompos.

"Saat ini, kelompok kami telah memproduksi makanan ringan, berbentuk kerupuk yang bahanya dari bunga lidah buaya, dan minuman jambu biji yang di Jus dengan campuran sayur-sayuran," kata Ermawati menghakiri.

Selain berbagai pengalaman tentang budidaya secara ramah lingkungan, juga berbagi informasi bagaimana pemanfaatan limbah pertanian, limbah ternak dan limbah rumah tangga menjadi pupukk kompos. Hasil yang dirasakan sangat membantu terutama ditengah kelangkaan dan mahalnya harga pupuk saat ini.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH