"Wali kota ini nomor berapa lah, orang tualah yang sayangnya lebih besar dibanding orang lain. Saya terharu bagaimana Nabil yang orang tuanya rela bela-belain beli sepatu yang bagus supaya Nabil bisa bermain bola," tukuknya.
Termasuk pelatih dan guru, kata Riza, apabila sudah ada rasa sombong, maka kegagalan akan menanti. Begitulah faktanya, wali kota adalah orang yang terakhir, menjadi pembantu umum saja, berkontribusi dengan apa yang bisa dibantu.
"Kita menyadari sebenarnya orang Payakumbuh banyak yang berbakat, tinggal bagaimana semangat tekad dan keinginan bekerja sungguh-sungguh untuk meraih prestasi. Pemerintah tugasnya memberi fasilitas yang baik," kata Riza.
Riza menambahkan, saat ini di Kota Payakumbuh sudah ada lapangan sepak bola berstandar nasional, stadionnya sudah diminta Riza ke gubernur untuk dibangun tahun depan.
"Kita juga bakal bangun lapangan mini soccer, arena sepatu roda, dan Payakumbuh Bugar II. Masa jabatan saya tinggal 1 bulan lagi, saya berharap fasilitas yang sudah ada dirawat dengan baik," ungkapnya.
"Kemajuan olah raga pasti beriringan dengan kemajuan ekonomi dan kesejahteraan suatu masyarakat. Rata-rata begitu. Itulah yang menjadi visi-misi kami dalam menjadi kepala daerah, dimana masyarakat lebih sejahtera, pekerjaan mudah, dan mudah pula mencari makan di kota ini," ungkapnya.
Riza menyebut orang-orang berprestasi ini sebagai duta peradaban dan kejayaan Kota Payakumbuh, memiliki mental petarung, dan siap untuk menjadi pemimpin Kota Payakumbuh dan pemimpin nasional.
"Berprestasilah di bidang masing-masing, orang tua dukunglah anak mau berprestasinya dimana, dukung dengan segala keterbatasannya, kita atasi bersama," ungkapnya haru penuh emosional. (Do)
Editor :






