IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Penuhi Kebutuhan, Pondok Pesantren Hidayatullah Mentawai Manfaatkan Pekarangan

Santri dan pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah, Mentawai sedang berkebun. Foto: Dok. Istimewa
Santri dan pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah, Mentawai sedang berkebun. Foto: Dok. Istimewa
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

MENTAWAI - Memanfaatkan pekarangan untuk ditanami tumbuhan produktif adalah pilihan yang baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal itulah yang saat ini tengah dilakukan oleh Pesantren Hidayatullah di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Pesantren yang memiliki murid sebanyak 41 orang dengan luas lahan dan bangunan total 10 hektare ini memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan setidaknya untuk konsumsi pribadi.

Pesantren juga memiliki peternakan sapi yang bisa dilakukan konsep pertanian berkelanjutan. Pengelola pesantren sudah mulai merangkul santriwan/wati untuk menanam seperti sayuran, jagung dan terong namun hasilnya belum bisa mencukupi kebutuhan pesantren.

Untuk mengoptimalkan potensi ini, peserta Sekolah Lapangan yang didamping Yayasan FIELD Indonesia dan ASB berkesempatan berbagi pengetahuan untuk pembuatan pupuk organik cair (POC) di pondok pesantren Hidayatullah.

Santi Lestari sebagai Pemandu sekolah lapangan di Sipora Jaya menyampaikan langkah-langkah pembuatan POC dengan menggunakan bahan dari limbah dapur organik yang ditambahkan dengan molase gula merah, santriwan/wati mempraktekan membuat POC yang dicampur dengan air kelapa dan cucian beras.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Penggunaan bahan organik juga menekan percepatan perubahan iklim yang biasa kita sebut global warming dimana ketika kita menggunakan bahan kimia seperti pertisida keseimbagngan ekosistem dalam tanah akan rusak sehingga tanah akan kehilangan kesuburannya," katanya, Minggu (14/8/2022).

Ia menyampaikan tindakan atau perilaku tersebut kemudian berdampak pada kenaikan suhu permukaan bumi. Sehingga lapisan ozon akan menebal menyebabkan panas dibumi terperangkap.

"Makanya kita merasa suhu lebih panas tentu itu juga yang akan dirasakan tanaman," jelasnya.

Sementara Rachmadi sebagai kepala divisi Loby dan advokasi yayasan FIELD Indonesia juga menyampaikan tanaman itu mencari makan yang disediakan di dalam tanah melalui akar namun dia butuh yang akan memasaknya.

"Nah melalui POC ini akan menghidupkan mikro organisme lokal yang berfungsi sebagai tukang masak tanaman sehingga tanaman terpenuhi kebutuhannya," sebutnya.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777