"Dapur di sentra IKM inilah yang dipakai oleh pengusaha rendang bersama koperasi Sentra Payo," tukuknya.
Meski, kata Riza, untuk kini Kota Payakumbuh belum bisa mengekspor rendang daging, karena selain ribet, ada banyak hal yang perlu diperhatikan kalau terkait ekspor daging sapi olahan.
"Alhamdulillah bumbu pasta rendang tanpa daging yang diproduksi pelaku IKM rendang kami pun sangat diminati di luar negeri," jelasnya.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Riza menyampaikan sempat akan ada kerja sama kontrak penyediaan rendang untuk jamaah haji pada 2020 untuk memasok ratusan ton rendang, tetapi batal karena adanya pandemi Covid-19."Sekarang pelaku IKM mulai bangkit, kemarin sudah ada pengiriman 1 ton ke Jerman dan ini juga menarik minat eksportir dari negara lain. Bahkan, beberapa penyelenggara umrah rajin datang ke Kota Payakumbuh untuk menjajaki kerja sama. Kami bersyukur sudah ada pabrik produksi sekelas Indofood," pungkasnya. (Do)
Editor : Berita Minang






