"Kita tentu apresiasi prestasi yang diukir siswa-siswi kita. Namun seiring dengan itu semakin maraknya prestasi "negatif" remaja juga tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Bukittinggi," ujar Wako..
Erman menjelaskan, untuk meng-counter hal itu Pemerintah Kota Bukittinggi kini menambah jam pelajaran khusus untuk materi Budaya Alam Minangkabau dan agama.
"Mudah-mudahan melalui pendekatan pendidikan ini, kita kembali mampu melahirkan tokoh-tokoh nasional yang hebat dari Bukittinggi," harap Erman Safar.
Senada dengan itu, Kepala Sekolah SMAN 4 Bukittinggi, Eli Noverma mengatakan sekolah dengan akreditasi A itu juga memiliki program tahfidz yang kini diikuti 108 pelajar.
"Mereka disiapkan untuk menempuh jalur khusus Beasiswa atau program lanjutan pendidikan dari jalur Tahfiz, targetnya empat hingga lima juz Al Quran," katanya.
"Dengan begitu siswa kita didorong untuk mengikuti perlombaan inovasi sains di berbagai universitas dan olimpiade peneliti sains tingkat nasional," pungkasnya.
( Yus).
Editor : Berita Minang






