" Selain teori, mahasiswa juga melaksanakan praktek kerajinan tangan tersebut dalam bentuk melukis diatas kertas dengan pensil dan cat air, membuat arsiran dan mengolah barang bekas, serta membatik sebagai tugas penilaian," jelasnya.
Khusus membatik, menurut Zulmi yang juga punya usaha membatik tersebut menegaskan, kegiatan teori dan praktek membatik bagi mahasiswa ini juga menjadi bagian dalam mendukung kurikulum membatik yang ada di sekolah dasar, tambahnya.
Kegiatan ini,menurut Zulmi, selain adalah penilaian akhir bagi mahasiswa juga sebagai bagian dalam membangun kreatifitas mahasiswa dalam melahirkan karya seni serta terciptanya ekosistem ekonomi kreatif warga kampus.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Kedepan menurut Zulmi Ariyani yang biasa dipanggil Upik tersebut akan melaksanakan pameran lebih besar dan akan dilaksanakan di luar kampus. Sehingga berbagai potensi mahasiswa WI khususnya dalam melahirkan karya seni akan dapat dinikmati dan tentu akan dibeli oleh peminat seni," pungkasnya. (AA).
Editor : Marjeni Rokcalva







