PADANG - Penandatanganan naskah perjanjian Kerja Sama ini kita wujudkan dan kita implementasikan dalam berbagai program dengan tujuan saling menguntungkan dan saling mengembangkan demi kemajuan sesama universitas.
Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D. pada kegiatan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama antara Universitas Negeri Padang dan Rektor Universitas Pancasila yang bertempat di Ruang Sidang Senat Kampus UNP Air Tawar Padang pada Selasa (13/7).
Kegiatan penandatanganan Naskah Kerja Sama ini juga dihadiri oleh Ketua SAU, Sekretaris SAU, Wakil Rektor, Dekan, Ketua Lembaga, Kepala Biro, Kepala Badan, Pimpinan Program Studi, Rektor dan Pimpinan Universitas Pancasila, Direktur Pascasarjana Universitas Pancasila, serta Rektor dan Pimpinan Institut Teknologi Padang.
"Universitas Negeri Padang sekarang sudah berstatus PTNBH, akreditasi unggul dan memiliki 20 program studi dengan internasional, serta 70,2 persen dengan akreditasi A," tambah Prof. Ganefri, Ph.D.
Pada kesempatan itu kata Prof. Ganefri, Ph.D., Universitas Negeri Padang sekarang sedang berupaya untuk meningkatkan reputasi internasional dengan meningkatkan jumlah program studi dengan akreditasi internasional.
"Selain itu dalam bidang pengajaran, Universitas Negeri Padang sudah mengelola konten pembelajaran secara daring dan untuk tahun datang akan didorong program studi melaksanakan perkuliahan secara daring penuh," tambah Prof. Ganefri, Ph.D.
Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Edie Yoet Hendratno, S.H., M.Si., FCBArb, Rektor Universitas Pancasila dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kita wujudkan kerja sama dengan tindak lanjut untuk kemajuan kedua universitas.
Lebih lanjut kata Prof. Edie Yoet Hendratno, pengembangan Universitas Negeri Padang sangat luar biasa dan untuk itu tim Universitas Pancasila akan hadir ke Universitas Negeri Padang dalam mengimplementasikan kerja sama ini.
"Rektor Universitas Negeri Padang kita mohon kehadiran di Universitas Pancasila untuk memberikan orasi ilmiah bagi pimpinan dan dosen," tambah Prof. Edie Yoet Hendratno.
Editor :






