Ditempat yang sama, Kurator Pasaman Festival, Edy Utama mengatakan, iven PasEfest 2022 adalah salah upaya melestarikan tradisi. Karena dalam ajang ini banyak ditampilkan kesenian dan budaya asli Pasaman. Kegiatan juga melibatkan banyak generasi muda.
"Dengan iven ini, menjadikan anak kemenakan kembali ke tradisi dan budaya yang sudah ditinggalkan, akibat pengaruh perkembangan zaman. Nagari perlu berikan perhatian khusus, sehingga anak kemenakan kembali seperti dulu. Inilah salah satu tujuan iven ini," pungkasnya.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Disebutkan, PasEFest perdana ini digelar dalam bentuk perayaan anak nagari yang dipusatkan di kawasan terpadu Museum Tuanku Imam Bonjol dan Taman Khatulistiwa Bonjol. Selanjutnya dilaksanakan di tiga desa wisata unggulan Pasaman, yakni Nagari Simpang, Nagari Jambak dan Lubuak Gadang."Ini adalah sebuah event yang meramu warisan sejarah, budaya dan keunikan alam yang terdapat di Pasaman,"' tuturnya. (MAL)
Editor : Berita Minang






