IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pasaman Bumi Khatulistiwa Dideklarasikan, Benny Utama: Masyarakat Harus Siap Perubahan

Bupati Pasaman Saat mendeklarasikan Pasaman Land Of Equator di Taman Wisata Equator Bonjol. Foto: Humas Pasaman
Bupati Pasaman Saat mendeklarasikan Pasaman Land Of Equator di Taman Wisata Equator Bonjol. Foto: Humas Pasaman
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Untuk mewujudkan itu, masyarakat Pasaman diminta mampu beradaptasi menjadi tuan rumah yang terbuka bagi wisatawan.

"Wisata ini ingin kita maksimalkan ke depan. Tentu ada pilihan-pilihan terbaiknya," tambahnya.

Tentang pagelaran PasEFest 2022 yang mengangkat kesenian tradisional lokal, merupakan upaya mewujudkan perioritas pembangunan menjadikan Pasaman sebagai tujuan wisata.

"Menyambut transformasi kampung halaman Imam Bonjol itu sebagai Land of The Equator, dalam waktu dekat Pemerintah Pasaman juga akan menyelenggarakan sayembara pembuatan logo dan tugu Pasaman Land of The Equator, sebagai simbol yang akan memperkenalkan Icon Pasaman di kancah pariwisata internasional," tutup bupati Benny Utama.

Di kesempatan itu, Wagub Audy Joinaldy mendukung penuh program Pemkab Pasaman mengembangkan pariwisata daerahnya Hal itu juga sejalan dengan pemerintah provinsi.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Provinsi mendukung daerah-daerah yang ingin membangun. Kami siap menggandeng, dan kita apresiasi Bupati Benny karena ingin membangun bersama pemerintah provinsi," sambut Audy.

Ia menyarankan agar Tuanku Imam Bonjol dan Equator untuk menjadi ikonnya Pasaman, terutama icon wisata.

Wagub mengatakan, nilai historis yang diwariskan Imam Bonjol dan keunikan geografis Pasaman sebagai Land of The Equator, merupakan sebuah perpaduan icon menarik yang harus dipatenkan dan diangkat sebagai kekayaan intelektual Pasaman dan Sumatera Barat untuk menarik minat wisatawan.

Sebagai Kabupaten yang tengah bergerak secara progresif menjadi destinasi wisata baru, menurut Wagub Audy, potensi besar Pasaman kini tengah di explore dengan dedikasi yang tinggi oleh pemerintah daerah. Belum lagi dalam waktu dekat Pasaman akan membangun planetorium yang diperkirakan akan menjadi yang terbesar di Sumatera, serta rencana kerjasama dengan BKSDA untuk pemugaran taman suaka alam di Rimbo Panti.

Oleh karena itu ia berpesan, agar masyarakat Pasaman bersiap, karena menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi membutuhkan perubahan paradigma, terutama berkaitan dengan hospitality, menjadi tuan rumah yang baik dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu kunci keberlangsungan pariwisata.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH