PADANG - Banjir hampir sebulan terakhir menimpa sejumlah wilayah rawan banjir di Sumatera Barat. Tanpa jeda, banjir terus menerjang Tanah Datar, Lima Puluh Kota, Sijunjung, Pasaman Barat, Agam, Solok Selatan bahkan Kota Padang.
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat sebagai Lembaga Kemanusiaan dengan prinsip Total Disaster Management menyikapi bencana banjir secara menyeluruh. Mulai dari fase emergency seperti evakuasi, bantuan logistik, pelayanan kesehatan cuma-cuma, trauma healing sampai pada fase recovery infrastruktur.
Sebelum jauh masuk ke fase pemulihan, permulaan yang paling penting adalah di fase kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana. Upaya ini disikapi ACT Sumbar dengan menyiapkan tim rescue yang punya kemampuan mumpuni.
Dalam kasus bencana banjir, kemampuan ini bertumpu pada urusan water rescue, atau kemampuan menyelamatkan nyawa korban di dalam air.
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan pelatihan water rescue di Bandakali GOR H Agus Salim atau GHAS Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Kepala Cabang ACT Sumbar, Zeng Wellf mengatakan pelatihan dasar penyelamatan itu dimaksudkan untuk penyelamatan korban bencana di air.
Menurutnya, kegiatan kali ini bertujuan untuk upaya penyelamatan korban di air. "Kemarin (Senin, 23/12) kami mempelajari dasar tentang penyelamatan korban di air. Semua peralatan lengkap ada perahu dan peralatan yang lainnya," kata Zeng Wellf.
Sebelum melakukan pelatihan, instruktur memberikan informasi mengenai nama peralatan dan guna alat keselamatan.
Water rescue yang dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB menyiapkan peralatan seperti pelampung, tali, helm, dayung, serta perahu.
Editor :Sumber : ACT







