Dirinya khawatir, jika ruas jalan itu benar-benar ditutup, otomatis daerahnya akan terisolasi. Kehidupan warganya akan terganggu. Bahkan juga warga lainnya. Termasuk masyarakat di Agam, khususnya Lubuk Basung dan Padang Lariang.
Jadi, menurut Salaman, ruas jalan provinsi itu adalah salah satu sarana vital perekonomian masyarakat Padang Pariaman dan Kabupaten Agam.
"Kita berharap agar pihak terkait menangani persoalan jalan dan jembatan ini, karena butuh perhatian cepat sebelum ambruk," sebut dia.
Kegamangan walinagari itu, juga dirasakan Mustafa Kamal, salah seorang warga yang sering melintasi ruas jalan tersebut.
"Tapi, bagaimana lagi, tidak ada pilihan selain harus menempuh ruas jalan tersebut. Saya kalau hendak pergi ke Sungai Limau, mau tak mau harus melalui jembatan ini. Ini satu satu jalan yang harus ditempuh. Sementara jalan alternatif lainya sangat kecil," kata dia.(YN)
Editor : Berita Minang






