BUKITTINGGI - untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air,pemerintah melalui Kemendikbud membuat beberapa kebijakan.
Bila sebelumnya ada kebijakan Rintisan Sekolah Berstandar Nasional ( RSBN )dan Rintisan Sekolah Bersrandar Internasional ( RSBI). Beberapa sekolah yang dianggap mampu dari segi sarana dan prasarana serta tenaga, di tunjuk sebagai pilot proyeknya.
Untuk mendapatkan pilot proyek RSBN dan RSBI itu tidak mudah ada sejumlah quisener yang harus diisi dan wawancara tim dengan pihak sekolah serta presentasi dari Kepala sekolah.
Saat ini RSBN/RSBI itu diganti dengan nama Sekolah Penggerak bagi TK,SD,SMP dan SMA, serta sekolah Pusat Keunggulan bagi SMK.
Tahun 2021 lalu ada 900 SMK yang lolos sebagai SMK pusat Keunggulan,17 SMK diantaranya ada di Sumbar dan 1 SMK berada di Bukittinggi, yakni SMK Negeri 1 Bukittinggi
Akhirnya,setelah melalui proses itu,SMKN 1 Bukittinggi mendapat label sebagai SMK Pusat Keunggulan pada tahun 2021 lalu dan mendapat bantuan untuk peningkatan mutu sebesar Rp 3,7 M.
Bantuan tersebut di pergunakan untuk melengkapi sarana berupa ruang belajar, mobiler, alat ukur, alat gambar atau alat alat labor, diklat guru dan memagangkan guru ke dunia industri, termasuk mendatangkan guru tamu dari industri, ungkap M.Dinin.
Tahun 2021 kemaren ada sekitar 900 SMK yang berlabel SMK Pusat Keunggulan di Indonesia, 17 SMK diantaranya ada di Sumbar dan satu satunya di Bukittinggi SMKN 1 ini, jelasnya.
Untuk tahun 2022 ini, kabarnya ada SMK PK lanjutan,namun jumlahnya kemungkinan menciut, kabarnya tinggal lagi 200 SMK PK se Indonesia, dan kita sekarang tengah bersiap siap untuk menuju SMK PK Lanjutan, mudah mudahan berhasil,ujar M.Dinin optimis.
Editor :






