"Apa benar Pak Gubernur Mahyeldi yang membuat undangan tersebut melalui postingan whatsapp ? Jika benar kenapa harus pakai WA kan atas nama gubernur berarti kedinasan dong harusnya pakai surat resmi berlogo burung Garuda tidak dengan WA, apalagi ikut melibatkan OPD Pemprov, apakah segenting itu kondisi SAS ? Inikan urusan dalam rumahtangga SAS sangat elok diselesaikan secara kekeluargaan, gak perlu melibatkan pihak ketiga seperti Pak Gubernur dengan perangkatnya, sementara urusan Pemprov saja cukup banyak. inilah yang membuat saya terheran-heran dan kurang yakin itu dari Pak Gubernur." Ungkap sumber yang prihatin dengan persoalan terjadi.
Terlepas dari semua itu, sebenarnya mediasi penyelesaian antar sesama orang Sulit Air di DPP SAS tersebut sudah di upayakan dan mulai mencair, tapi belakangan, suasananya kembali berubah hingga mengecewakan seperti dilansir dari Dewan Penasehat DPP SAS Dr.Yan Hiksas Dt.Tanali, dianya sudah beberapa kali melakukan komunikasi dan pertemuan dengan Happy Bone, ada harapan suasana akan mencair untuk islah dengan kesediaan Happy Bone dan kubunya turut hadir di mubes kemarin, tetapi kenyataannya setelah ditinggu mereka tak mau hadir. "Ini sangat mengecewakan." Kata Yan Hiksas Dt.Tanali. (Iyos)
Editor :







