IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Gubernur Sumbar Mahyeldi: Orang Sulit Air Bahu Membahu Bagung Kampung

Gubernur Sumbar H.Mahyeldi Ansyarullah saat bersama pemuda pelajar IPPSA Nagari Sulit Air di Lapangan Koto Tuo, Selasa malam (3/5)2022) Foto : Indra Yosef
Gubernur Sumbar H.Mahyeldi Ansyarullah saat bersama pemuda pelajar IPPSA Nagari Sulit Air di Lapangan Koto Tuo, Selasa malam (3/5)2022) Foto : Indra Yosef
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

SOLOK, SULIT AIR - Gubernur Sumatera Barat Buya H. Mahyeldi Ansyarullah membuka secara resmi Musyawarah Besar Sulit Air Sepakat (Mubes SAS) ke XXIII dan Konferensi Ikatan Pemuda Dan Pelajar Sulit Air (IPPSA) ke XXXI di Lapangan Koto Tuo, Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Selasa ( 3/5)2022) malam.

Buya Mahyeldi didampingi sejumlah petinggi pemerintahannya yakni Kepala Bappeda H.Medi Iswandi, dan pemangku kepentingan lainnya. Sedangkan tuan rumah hadir Ketua DPP SAS H.Syamsudin Mukhtar, Walinagari Sulit Air Jumaini Anas, Ketua KAN Nasrullah, Ketua MUN Ustad Irdizon, Ketua Paniti Mubes Afdhal Muhammad, Ketua OC Muhammad Nasir, tokoh SAS H. Muhammad Tonas, Yan Hiksas Dt.Tanali, H.Zafrullah Salim, Nasrullah, dan sekitar 78 Ketua-ketua Cabang SAS seluruh Nusantara dan luar negeri, serta ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan pembukaan Mubes SAS tersebut.

Gubernur Mahyeldi dibagian amanat sambutannya mengatakan, jarang organisasi dengan kearifan lokal seperti SAS hadir di Sumatera Barat. Para warga yang berjuang di perantauan dan masyarakat yang ada dikampung halaman saling bahu-membahu membangun kampung halaman dengan penuh kekompakan. SAS merupakan organisasi besar di Ranah Minang yang memiliki tokoh dan pengusaha-pengusaha tangguh yang tersebar di seluruh Nusantara, bahkan sampai keluar negeri yang saat ini ikut pulang Basamo menghadiri Mubes ke XXIII.

Sebagai gubernur dia bangga dan sangat mengapresiasi hal itu. SAS menurutnya adalah satu kesatuan prinsip dalam mempersatukan masyarakat yang berada di perantauan dan kampung halaman berkonsolidasi dalam satu pemikiran untuk maju membangun Nagari Sulit Air hingga masyarakatnya hidup sejahtera sedangkan generasi mendatangnya tumbuh dan berkembang dengan melahirkan tokoh-tokoh mumpuni dan hebat, karena modal utama SAS adalah kekompakan,sebab SAS yang dia kenal hanya ada satu SAS.

"Sebagai Gubernur saya bangga dengan SAS, masyarakatnya menyatu dan saling berkonsolidasi dan kompak dalam membangun Nagari Sulit Air. Contoh, ditengah kondisi resesi perekonomian jatuh akibat pandemi COVID-19, justru masyarakat SAS masih mampu membangun berbagi rumah ibadah dan fasilitas infrastruktur secara swadaya dan gotongroyong. Inilah yang menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat Sumatera Barat" Ungkap Mahyeldi.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Saya mengingatkan, hal ini harus dipertahankan dan jangan sampai SAS terpecahbelah oleh berbagai kepentingan, tetapi satukan prinsip membangun persatuan melalui musyawarah dan konsolidasi sehingga Nagari Sulit Air yang sudah terkenal kekompakannya ini tetap dipertahankan. Sebab, SAS yang saya tahu hanya ada satu SAS." Tukuknya.

Sementara, Ketua Umum DPP SAS H. Syamsudin Mukhtar dibagian sambutannya merasa bangga atas kehadiran Gubernur Sumbar Mahyeldi yang hadir khusus dalam pembukaan Mubes SAS ke XXIII tahun ini. Dia berharap Mubes berlangsung baik sesuai amanat Anggaran Dasar Rumah Tangga SAS sebagai representasi nilai demokratisasi kearifan lokal bermusyawarah.

Syamsudin Mukhtar melanjutkan, potensi masyarakat Sulit Air ini sangat besar, para perantaunya sudah terbiasa menghadapi berbagai tantangan dan ujian dalam mengarungi berbagai kehidupan, itu sebabnya banyak masyarakat Sulit Air yang hidup dan berada di rantau ketimbang di kampung. Prinsipnya adalah sesuai falsafah Minangkabau "Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung"

"Prinsip-prinsip itu direfleksikan dalam kehidupan berorganisasi yang baik sebagaimana SAS dioperasionalkan sesuai tuntunan AD/ART yang disepakati. Patut dipahami, SAS hingga kini dan seterusnya tetap satu, yakni Satu SAS. Kami tak ingin terpecah oleh berbagai kepentingan baik politik maupun pribadi, tapi SAS adalah wadah pemersatu masyarakat Sulit Air yang hidup dikampung dan perantauan. Kami hidup dirantau, tapi kami tak pernah lupa negeri asal" Tutur tokoh yang cukup disegani warga Sulit Air ini.

Pembukaan Mubes SAS ke XXIII dan Konferensi IPPSA ke XXXI ini disuguhi tarian kolosal luar biasa hebatnya yang dibawakan anak nagari dari berbagai unsur pendidikan dan lainnya. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikannya. Meski diguyur gerimis, mereka tetap setia duduk ditempatnya tanpa takut basah. Ini bukti mereka antusias dan cinta SAS.(Iyos)

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH