IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Masalah 15 Ton Sampah Tiap Hari di Padang Lua, Gubernur Sumbar Berikan Solusi Begini

Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah.
Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG LUA - Aktivitas perdagangan di pasar tradisional Padang Lua menyisakan permasalahan yang perlu diberi perhatian khusus. Sampah. Setiap harinya, pasar Padang Lua menghasilkan kurang lebih 15 ton sampah.

Demi mencegah penumpukan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam menyiasati dengan mengirim sampah pasar ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional yang terletak di Kel. Padang Karambia, Payakumbuh Selatan. Solusi ini bagaimanapun membutuhkan biaya angkut yang tidak sedikit. Belum lagi, alur pembuangan sampah dapat sewaktu-waktu terganggu jika TPA berhenti beroperasi. Bulan lalu misalnya, TPA Regional Payakumbuh ditutup sementara untuk perbaikan, berujung pada terhambatnya pengiriman sampah dari Padang Lua selama 3 hari.

Menanggapi hal ini, Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengutarakan akan melakukan pelatihan daur ulang sampah bagi warga Agam, khususnya warga Padang Lua.

"Jadi kita rencanakan melalui (Dinas) PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) dan DLH (Dinas Lingkungan Hidup), melatih pemuda/i di sini supaya sampah-sampah organik ini bisa diolah," ungkap Mahyeldi dihadapan Bupati Agam Andri Warman dan warga Padang Lua pada acara Safari Ramadan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar di Masjid Jami' Nagari Padang Lua, Kec. Banuhampu, Kab. Agam, Rabu (20/4).

Mengolah alih-alih membuang, ungkap Mahyeldi, adalah solusi berkelanjutan yang tidak hanya ramah lingkungan, namun juga memberi nilai tambah bagi warga.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Nanti dia bisa diolah jadi tiga: jadi pupuk organik, jadi pakan ternak, dan jadi media budidaya maggot. Jadi tidak terbuang percuma," kata Buya, sapaan akrab Mahyeldi.

Selain pelatihan, Buya juga menyebutkan Pemprov akan memberi bantuan berupa alat pencacah sampah agar upaya pengelolaan sampah tak berhenti hanya sampai pelatihan namun berlanjut hingga penerapan.

"Ini nanti dengan PMD dan Lingkungan Hidup akan kita latih dan bantu alatnya. Kita bantu dengan pencacahnya, sehingga nanti bisa diwujudkan ketiga produk tadi," sebutnya.

Lebih lanjut, guna meyakinkan warga, Buya membagi kisah sukses budidaya maggot di Kampar, Riau, yang digagas mantan Bupati Kampar Jefry Noer.

Disebutkannya, maggot yang dibudidayakan dalam ruangan sebesar kurang lebih 10x10 meter menggunakan media hasil olahan sampah organik di Kampar telah memberikan hingga Rp2,4 juta perhari.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH