"Tentunya akan disesuaikan dengan kondisi dan keadaan kita. Walaupun kita semua bukan model peragawan dan peragawati, namun penampilan bapak ibu akan dinilai dan di apresiasi. Jadi penilaian berdasarkan keserasian, padu padan berpakaian, keharmonisan, dan keceriaan", tegas Ny. Titi Hamsuardi.
Selain itu, Dewan Juri Novia Hertini mengungkapkan rasa bangganya terhadap Pemkab Pasbar yang mengadakan perlombaan batik dan sulaman benang emas khas dari daerah sendiri. Nilai tertinggi sebesar 100 poin, dan nilai terendah sebesar 60 poin.
"Kami sebagai juri sangat mengapresiasi Pemkab Pasbar yang mengangkat dan mempromosikan produk sendiri dan tentunya memberi peluang UKM, yang memang harus menjadi perhatian khusus pemerintah daerahnya. Kriteria dari penilaian perlombaan diantaranya performa keserasian bersama pasangan, make up, dan total look", tangkas Novia.
(de)
Editor :






