Kepala BPN Sawahlunto yang dicoba konfirmasi koran ini Senin (7/3) tidak berhasil ditemui dikantornya padahal beliau ada di ruangan dengan alasan ada tamu dan tengah melakukan kegiatan zoom meeting. Sekitar 45 menit menunggu diruang pelayanan publik, akhirnya dia mengutus dua staf bernama Rahmad Rafael dan Sandra Eni Suci untuk memberikan konfirmasi.
Dalam penjelasan disampaikan Sandra Eni Suci, kegiatan yang dilakukannya merupakan program strategis yang instruksikan Presiden RI Joko Widodo, untuk ini ada pengurangan pengukuran menjadi 10 ribu dengan sertifikat 500. Karena ada target pengukuran 10 ribu maka yang diakukan hanya pengukuran saja termasuk tanah overlay klaim PT BA yang tidak akan disertifikatkan.
"Namun, karena ada klaim PT BA maka yang 500 dari target 2500 itu sudah ada lokasinya untuk kami ukur di Desa Talawi Hilir, Kolok Mudik, dan Kolok Nan Tuo. Jadi pengukuran yang dikelurahan ( Durian I dan Kelurahan Durian ll - red) tidak ada lagi. Sebenarnya kami telah menyurati PT BA dan juga dengan lisan tentang adanya pengukuran ini, tapi PT BA tidak merespon." Ungkap Sandra tapi dia lupa nomor surat dan kapan surat itu dikirimkan."Tapi ada dan bisa kami lihatkan" tukuk dia.
Ditambahkan Ahmad Rafael, nanti ditahun 2025 semua bidang tanah sudah terukur dan terdaftar, dengan cara ini akan ketahuan berapa jumlah yang bersertifikat dan belum. Dengan PTSL ini akan diketahui jumlah bidang tanah dan jumlah sertifikat dikeluarkan dan berapa jumlah bidang tanah yang berada dalam sengketa.
Editor :






