Menurut mereka, penderitaan yang mereka rasakan bukan karena susahnya penghidupan, akan tetapi susahnya mereka, kadang kala menangis jika melihat anak-anak mereka ketika pergi sekolah setiap pagi harus berjalan kaki dan kadang harus jalan ekor, jika jalan tanah sudah diguyur hujan.
Dari jumlah penduduk yang menetap di Jorong tersebut sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) sebanyak 25 orang anak-anak disana, mulai dari TK hingga SMA harus berjuang melewati jalan sepanjang 1,5 KM setiap pergi sekolah, terutama jika hari hujan, " pungkas Wali Joring Jolok Sungai Siriah dan Anggota LPMN tersebut.
Menyikapi keluhan masyarakat tersebut, H. Nurfirmanwansyah akan membantu penyediaan MCK untuk masjid. Selain itu, masalah penyediaan bibit tanaman untuk pertanian juga akan dibantu, apalagi beliu juga sebagai Anggota DPRD Provisi dari Komisi II yang juga membidangi masalah pertanian, kelautan dan lainnya.
Meski demikian, Nurfirmanwansyah tetap memotivasi masyarakat setempat untuk mencari cara lain agar akses jalan tanah tersebut bisa berubah menjadi jalan yang sudah di cor semen. AA
Editor : Berita Minang






