IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Kesenian Randai Jadi Incaran Kegiatan Pada Dies Natalis WI Solsel Ke-XVII

Terlihat pagelaran lomba kesenian Randai pada Dies Natalis WI Solsel ke_XVII yang dilaksanakan di halaman kampus 2, kampus WI Solsel di Muara Labuh, Sabtu (12/2/2022). Afrizal. A
Terlihat pagelaran lomba kesenian Randai pada Dies Natalis WI Solsel ke_XVII yang dilaksanakan di halaman kampus 2, kampus WI Solsel di Muara Labuh, Sabtu (12/2/2022). Afrizal. A
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Padang Aro, Sebagai bagian dari membangun dan membangkitkan kembali kesenian dan dan budaya tradisional di Solsel, panitia Dies Natalis Widyaswara Indonesia (WI) Solok Selatan ke-XVII menggelar lomba randai antar kelompok kesenian randai se-Kecamatan Sungai Pagu lama (Kec. Pauh Duo, Kec. Sungai Pagu dan Kec. KPGD).

Selain tujuan tersebut, dipilihnya kesenian randai untuk dilombakan, juga sebagai wujud cinta kasih dan sekaligus mengenang pendiri dan sekaligus Ketua Yayasan WI, almarhum, Dr. Zulfahmi Burhan. MM.

" Dari cerita beberapa orang, Ketua Yayasan WI Solsel itu, sangat hobi dan mencintai seni budaya Randai tersebut. Bahkan semasa beliu hidup dulu, kesenian Randai ini sering ditampilkan di acara kampus, " kata Ketua Pelaksana Dies Natalis WI Solsel ke-XVII, Desri Yet Novita.

Selain keinginan kampus untuk membangkitkan seni budaya randai di Solsel, juga sebagai wujud memperkenalkan kesenian randai ini pada generasi muda didaerah ini. Artinya di Minang Kabau ini ada lho kesenian randai yang sangat seru dan unik, dan tidak semua orang bisa memainkannya, " jelas Yet.

Adapun tim juri pada lomba kesenian Randai se-Kecamatan Sungai pagu tersebut, Zulmi Ariani, S.Pd. M. Pd. Rezi Susanto, S. Sn. M. SN dan Fitriani, S. Pd. M. SN.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Sementara itu, Ketua Yayasan WI Solsel, Eva Eva Suryani, S.Pi., MM, mengapresiasi seluruh panitia Dies Natalis tahun ini. " Meski kegiatannya penuh kesederhanaan, namun tidak mengurangi kesemarakannya, dengan berbagai agenda yang menyentuh pada berbagai lapisan masyarakat di daerah ini.

" Kita sangat berkeinginan sekali, pada usia kampus yang sudah mulai beranjak dewasa ini, semua masyarakat sudah saatnya merasa memiliki kampus WI Solsel ini," katanya.

Artinya, masyarakat Solok Selatan umumnya, generasi usia pendidikan pada khususnya, sudah saat menjadi tuan rumah didaerah sendiri dalam membangun Sumberdaya Manusia melalui ilmu kesarjanaannya yang bisa di ikuti oleh putra putri Solsel.

Saat ini, tercatat, sebanyak 75 % mahasiswa Widyaswara Indonesia Solsel berasal dari Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. " Nah, kemana putra putri Solsel ?. Kenapa tidak memanfaatkan kampus yang ada di daerah senidiri untuk menimba ilmu.

Kedepan dua Perguruan Tinggi yang ada di WI Solsel, yaitu STKIP dan STIE hendaknya dapat menjadi tempat bagi putra putri di Solsel untuk tempat menuntut ilmu. Termasuk pegawai dilingkungan Pemkab. Solsel yang mau Melanjutkan pendidikan kesarjanaannya (S1), " jelas Eva.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH