PADANG - Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. yang juga Guru Besar bidang Linguistik Morfologi hadir sebagai narasumber pada Program Gelar Wicara yang diselenggarakan oleh Lembaga Narabahasa Jakarta pada Selasa (18/1) sore ini secara virtual dan akan ditayangkan pada kanal YouTube Narabahasa.
Pada Program Gelar Wicara yang dipandu oleh Dessy Irawan tersebut, anggota Pusat Riset Bahasa dan Budaya Austronesia, FBS Universitas Negeri Padang ini membahas masalah pembentukan kata bahasa Indonesia dalam kerangka memperkaya kosakata dengan pemanfaatan proses morfologi derivasi.
"Kosakata bahasa Indonesia masih bisa diperkaya dengan memaksimalkan pemanfaatan afiks-afiks derivasi yang ada di dalam bahasa Indonesia," jelas Prof. Ermanto pada gelar wicara yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, pegawai, dan peminat bahasa Indonesia.
Lebih lanjut kata Guru Besar Linguistik Morfologi dari Universitas Negeri Padang tersebut, pengkajian proses morfologi dalam bahasa Indonesia harus dengan memperhatikan makna akibat proses morfologi tersebut pada kosakata yang dihasilkannya.
"Dengan demikian, setiap kata yang dihasilkan dengan proses morfologi dapat dijelaskan perubahan makna yang terjadi. Makna morfologis tersebut harus dinyatakan di dalam KBBI ketika mendeskripsikan pemberian makna kata turunan itu terlebih dahulu," kata Prof. Ermanto.
Pada kesempatan itu, Dosen FBS Universitas Negeri Padang yang juga telah menulis beberapa novel berbahasa Indonesia dan berbahasa Minangkabau juga menyampaikan penambahan kosakata bahasa Indonesia dan pemerian makna kata di dalam kamus, seharusnya mempedomani proses morfologi derivasi dan morfologi infleksi tersebut. (MR)
Editor : Marjeni Rokcalva






