Pimpinan OPD yang dilantik ungkap Wako harus bisa membangun aura positif di tengah-tengah masyarakat, sehingga dalam keadaan kemiskinan yang semakin meningkat masyarakat merasakan kehadiran sosok pejabat di Kota Bukittinggi sebagai obat penawar keresahan.
Ditambahkannya, untuk menempati jabatan ini adalah penilaian objektif menurut keperluan berdasarkan kondisi. Tidak ada sentimen negatif, tidak ada history yang dibahas di dalam menyusun atau menempatkan seseorang sebagai kepala bagian atau Dinas di Kota Bukittinggi.
"Bapak-bapak dan ibu-ibu adalah orang yang sudah lama mengerti di Kota Bukittinggi yang bisa mengakses dan menjangkau Wali Kota. Kami punya mata, punya telinga sendiri dan punya hati.
"Kami juga menyampaikan harapan penting untuk bapak-bapak sebagai tampuk pimpinan di masing-masing OPD," harap Wako.
"Setidaknya, ada sembilan jabatan yang kosong untuk dilelang," ungkapnya. (Yus)
Editor :






