Kita ingin masyarakat Pasaman menjadi orang-orang cerdas, berilmu pengetahuan, orang-orang terdidik yang mudah mentransfer ilmu terapan dalam bidang pekerjaannya. Kalau petani, menjadi petani yang terdidik, paham dan mengerti tekhnologi pertanian, dan kalau pedagang jadi pedagang yang terdidik, tahu menghitung inflasi dan memenej keuangan usahanya.
Menurut bupati, Guru adalah tokoh dilingkungannya dan masih jadi panutan di tengah-tengah masyarakat. Guru adalah orang-orang pintar dan tidak akan mudah termakan issu.
"Guru dari dulu selalu tagak lurus dengan negara (pemerintah), menjalankan dan mendukung setiap program, termasuk program vaksinasi di Pasaman, guru menjadi pelopor, garda terdepan pemerintah daerah," sebut bupati.
Tentang vaksin, menurut bupati harus dengan ikhtiar bersama.
"Mulai saja dengan bismilah, sepanjang niat kita baik, insyaallah Tuhan tidak akan memberikan kesusahan pada umatnya," ujar Bupati Benny Utama.
Ikut diungkap progres pembangunan Kampus UNP di Kecamatan Tigo Nagari, dan rencana pembangunan Kampus Muhamadyah di Kecamatan Mapattunggul, serta kehadiran kampus Yappas serta STAI di Kabupaten Pasaman.
Terhadap keluhan guru yang tersangkut masalah hukum, Pemkab Pasaman akan menganggarkan biaya advokasi bagi ASN, termasuk guru.
"Saya merasakan, guru-guru kita kurang mendapat advokasi perlindungan secara hukum. Untuk itu mulai tahun depan, kita anggarkan biaya advokasi bagi ASN dan guru di Bagian Hukum Sekretariat Daerah," ungkapnya.
Di penghujung acara, Bupati Pasaman di dampingi wakil bupati, Sekda dan wakil pimpinan cabang Bank Nagari, menyerahkan beasiswa pendidikan senilai Rp.120 juta bagi siswa SD, SMP dan SLTA serta mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu Kabupaten Pasaman.
Editor : Berita Minang






