
"Jangan takut melakukan inovasi, karena inovasi dilindungi undang undang. Dengan inovasi ada percepatan, akan ada langkah yang lebih besar lagi dimasa depan. Perkembangan daerah tergantung inovasi pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi daerah," ulasnya.
Mahyeldi menyarankan agar dihadirkan potensi keunggulan daerah, sehinga Padang Panjang menjadi kota tujuan. Lalu tingkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelengaraan daerah. "Teruslah berkarya agar Kota Padang Panjang jadi idola," tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka HJK menyampaikan, sejumah indikator mulai menunjukkan perbaikan. Di antaranya, Indeks Reformasi Birokrasi Padang Panjang meningkat dari 50,49 pada tahun 2018 menjadi 52,82 pada tahun 2020, dan ditargetkan mencapai 54,02 di tahun 2021 ini.
Kemudian, SAKIP Kota Padang Panjang meningkat dari 58,69 dengan predikat CC di tahun 2020 menjadi 60,80 dengan predikat B dan ditargetkan mencapai 61,2 pada tahun 2021.

"Opini BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah, Alhamdulillah dapat dipertahankan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima kali berturut-turut. Insyaa Allah akan tetap bertahan. Hal ini menunjukkan stablitas kinerja pengelolaan keuangan daerah yang baik dan memenuhi standar," sebutnya.
"Banyak sekali pencapaian yang sudah diraih, baik tata kelola pemerintahan, pencapaian di bidang kemasyarakatan, dan program-program kita. Alhamdulillah, berkat kerja sama ketua dan anggota DPRD, Forkopimda, capaian vaksinasi kita menjadi yang tertinggi di Sumatera Barat," ujar Wako Fadly.
Dikatakannya lagi, hal itulah yang membawa Padang Panjang dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan besar tingkat provinsi, di beberapa bulan terakhir. Seperti MTQ ke-39 yang dihadiri masyarakat yang tumpah ruah.
Editor : Berita Minang






