IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Gubernur Sumbar Sebut, Peran Ninik Mamak Bantu Penyelenggaraan Pemerintahan

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri acara melewakan Gala Datuak Parpatiah Nan Hitam Suku Guci Nagari Muaro Pingai kepada bapak Dodi Herman. SE di Kabupaten Solok.
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri acara melewakan Gala Datuak Parpatiah Nan Hitam Suku Guci Nagari Muaro Pingai kepada bapak Dodi Herman. SE di Kabupaten Solok.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

SOLOK - Peran Ninik Mamak untuk membimbing anak kemenakan dalam kebaikan telah menjadi bantuan besar bagi pemerintah nagari hingga provinsi dalam menjalankan pemerintahan.

"Ninik mamak mengarahkan anak kemenakan pada jalan yang benar. Mendorong pada kegiatan positif sehingga banyak program dan kegiatan pemerintahan yang terbantu," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri acara melewakan Gala Datuak Parpatiah Nan Hitam Suku Guci Nagari Muaro Pingai kepada bapak Dodi Herman. SE di Kabupaten Solok, Rabu (1/12/2021).

Ia mengatakan setelah reformasi maka gerakan kembali ke nagari kembali digaungkan dan dilaksanakan di Sumbar. Hal itu dilakukan karena Pemprov Sumbar memahami bahwa bila nagari kuat, maka Sumbar juga akan kuat.

Di tambah lagi, pendidikan sosial budaya di nagari telah terbukti mampu menciptakan banyak tokoh nasional asal Minang pada masa perjuangan dan awal kemerdekaan.

Kalau dihitung persentase, jumlah masyarakat Minang hanya 5 persen dari masyarakat Indonesia. Namun jumlah tokoh yang dihasilkan jauh lebih banyak dari persentase itu.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Itulah hebatnya peran nagari yang diharapkan bisa dibangkitkan kembali," katanya.

Tradisi yang berkembang di nagari melatih generasi muda dalam kepemimpinan. Mampu bicara dan mampu mendengar. Karena pemimpin tidak hanya pandai bicara, tetapi juga harus bisa mendengar.

Selain itu, di nagari juga diberikan bekal silek. Silek dalam fisik adalah persaudaraan dalam batinnya adalah hubungan dengan Sang Maha Pencipta. Karena itu silek harus kembali dihidupkan di nagari-nagari.

Di nagari juga ada lapau yang mendidik generasi muda untuk memiliki wawasan luas dan neradu argementasi.

"Inilah bukti bahwa nagari menjadi tempat penempa generasi muda, mempersiapkan untuk masa datang. Di sini pula dituntut peran Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan perangkat nagari," katanya.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH