IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Menyelamatkan Harimau Terakhir Indonesia

Anggota Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar dan jurnalis mendokumentasikan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang akan dievakuasi dari area perkebunan sawit di Pasaman Barat, Sumbar, Senin (19/7/2021). Sebelum dilepasliarkan kembali, harimau sumatera satwa dilindungi dan terancam punah ini akan diobservasi terlebih dahulu. (Beritaminang/Adi Prima)
Anggota Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar dan jurnalis mendokumentasikan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang akan dievakuasi dari area perkebunan sawit di Pasaman Barat, Sumbar, Senin (19/7/2021). Sebelum dilepasliarkan kembali, harimau sumatera satwa dilindungi dan terancam punah ini akan diobservasi terlebih dahulu. (Beritaminang/Adi Prima)
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

SUMATERA BARAT-Sudah hari keempat harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) belum juga berhasil dievakuasi, kekhawatiran harimau sumatera bergerak ke arah permukiman mulai muncul.

Sejak beredarnya video harimau sumatera mengikuti kendaraan di perkebunan sawit, Balai Konservasi Sumbar Daya Alam (BKSDA) Sumbar memutuskan memasang dua boxtrap (kandang jebak) dan tiga kamera pengintai untuk memantau harimau.

Evakuasi dilakukan untuk menghindari konflik satwa dengan manusia, opsi penggiringan dan pengusiran harimau menuju Kawasan hutan hampir mustahil dilakukan. Jarak hutan terdekat 9 km dan melewati beberapa permukiman penduduk, risiko konflik dengan manusia jadi lebih tinggi, ucap Ade Putra, BKSDA Sumbar.

Warga juga melaporkan lima ternak hilang dan terlihat tiga ekor individu harimau sumatera. Namun, dari hasil kamera pengintai yang dipasang empat hari ini, hanya terlihat satu individu harimau sumatera yang diidentifikasi dari belangnya, sambung Ade.

Perilaku harimau sumatera mengikuti kendaraan bisa disebut tidak normal, dugaan awal harimau ini terpisah dari rombongan.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Evakuasi harimau semakin seru, tim BKSDA Sumbar yang bertugas tidak dibekali senjata api, seluruh angota BKSDA Sumbar baru selesai mengikuti ujian psikotes untuk kepemilikan senjata api dan masih menunggu hasil ujian keluar. Kalau harimau sumatera mengamuk atau ada satwa liar selama evakuasi, tim akan menggunakan senjata dari kayu atau benda-benda yang ada di alam untuk bertahan dan mengurangi risiko, lanjut Ade.

Akhirnya, pada hari kelima Senin pagi (19/7/2021) harimau sumatera masuk kandang jebak. Harimau sumatera ini masih remaja terlihat dari taringnya dan berkelamin betina. Harimau dibawa untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan ke Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi.

Tidak mudah mengambil kesimpulan kenapa harimau sumatera ini berada di area perkebunan sawit.

Bagi perusahaan sawit, terjadinya konflik dengan satwa dilindungi dan terancam punah seperti harimau sumatera di area perkebunan sawit bisa mempertaruhkan sertifikat International Sustainable Palm Oil (ISPO) yang mereka miliki.

Harimau sumatera adalah subspesies terakhir harimau Indonesia. Dua saudara harimau sumatera; harimau jawa (panthera tigris sondaica) dan harimau bali (panthera tigris balica) sudah duluan punah.

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH