Pelukis Rizal MS melalui karyanya berjudul Rizal MS, Pusaran Waktu, 130x200 cm, cat minyak, 2021 membawa kita pada perantaraan gerakan, garis, warna, atau bentuk-bentuk yang diekspresikan secara realis verbal dapat mengubah perasaan sedemikian rupa, sehingga orang lain dapat memahami dan mengalami perasaan yang sama.
Lihat ekspresi dan ketajaman garis-garis yang ditarik Rizal MS membentuk obyek realisme yang kuat dan bertutur tentang ruang dan waktu. Warna-warna biru, biru muda dan putih di obyek lingkaran ombak di beberapa bagian serta variasi warna lainnya pada sejumlah obyek sebagai simbol dibawahnya menambah daya pikat lukisan ini.
Sama dengan Rizal MS anak muda Alif Lamra melalui karyanya Alif Lamra, UNTITLED, 100 X 100 cm, akrilik, 2021 dan karya Isral Dinata, " 142 x 152 cm, 2021", dalam bungkusan realis simbolik menyuguhkan pemandangan menarik dari draferi kain dan Israr Dinata memvisualkan sosok yang sedang mempersoalkan masalah kemanusiaan di tengah-tengah kehidupan alam sekitar dan masyarakatnya. Kedua lukisan menunjukkan kekuatan penguasaan teknik realis dengan pencahayaan, penguasaan proporsi dan bentuk obyek, ingin mengungkapkan empati pelukis pada dinamika hidup dan kehidupan manusia di muka bumi ini.
Sejumlah karya lain bermuatan persoalan simbolik karya Ricon Ibdar, "Mahkota yang hilang" (Detached Crown), 60 x 80 cm, oil on canvas, 2021, Suciati, Kasih sayang, 100 x 100 cm, oil on canvas, 2019, Zoel Mannix, Kampung Nelayan, 105 x 55 cm akrilik, 2020 Iin Risdawati, "Baby Forest #Mother Nature Series", 80 x 120 cm, Acrilyc, 2021 Melta Desyka, Membiru, Hand embroidery on canvas, 2020 dan dua panel karya Ismet Sajo, Big Green, 50x50 cm, pencil , 2019 serta Big Red, 50x50 cm, pencil, 2019, makin menyempurnakan isi pameran besar bertajuk "Minangkanbau Kini".
Sejumlah sketsa Body Dharma berisikan peristiwa budaya kota Payakumbuh dan drawing karya Zardi Syahrir sejumlah potret tokoh-tokoh masyarakat di Minangkabau, mengisyaratkan betapa Minangkabau kaya dengan obyek budaya dan tokoh masyarakat yang diakui di pentas naional dan dunia. Bagaimana pun Minangkabau pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan, peradaban dan juga tokoh pembaharuan di negeri ini. (*)
*)Oleh: Muharyadi, Kurator dan Penggiat Seni Rupa tinggal di Padang
Editor : Berita Minang






