Wali Kota Riza Falepi mengatakan poin penting pembinaan keagamaan tidak hanya dilihat dari hasil lomba MTQ yang rutin sekali 2 tahun, tapi pembinaan iman dan takwa di daerah diperlukan sehingga bukan cuma mampu menghasilkan peserta berkualitas, juga bisa meniadakan adanya peserta MTQ yang diimpor dari daerah lain. Ini sesuai dengan misi ke 5 nya mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan berbudaya, berdasarkan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.
"Kalau ada pembinaan, ini kita telusuri dari akar rumput dan dianggarkan di APBD, jangan ragu. Urusan hura-hura saja bisa dianggarkan, masa urusan agama ini tidak dianggarkan. Untuk Porprov saja dianggarkan untuk atlet peraih medali," kata Riza.
Untuk bisa mengembangkan LPTQ kuat, Riza menyebut butuh kerja keras agar bisa diurus dengan baik dan benar. Dia menginginkan 3 hal. Yang pertama menjadikan tradisi dimana orang taunya Kota Payakumbuh terkenal dengan bisa menghasilkan qori dan qoriah, terkenal dengan orang soleh, jangan sampai tekenal karena narkoba dan penyakit masyarakat serta maksiat.
"Kedua, dekat dengan alquran membudaya, kemanapun baca quran, dan yang ketiga adalah berkah, ada keyakinan saya dengan makin banyak orang soleh di daerah kita, berkahnya makin tinggi, semakin mudah pekerjaan pemimpin. Sebagai orang beriman yang dekat dengan alquran dan soleh, kita harus mempercayai datangnya berkah ke Payakumbuh," kata Riza.
"Selamat bertanding, selamat berjuang. Apapun hasilnya saya tidak menuntut juara 1, tapi bisa tampil maksimal saja sudah cukup. Prestasi tidak bisa didapat dengan sim salabim, perbaikan terus menerus menghasilkan sistem yang baik, sehingga menghasilkan output yang baik pula," pungkasnya. (Do)
Editor : Berita Minang






