Palaksanaan MTQ ini juga sudah di-support sistem elektronik. "Sudah ada sistem e-MTQ, jadi nilainya, namanya, cabangnya langsung muncul secara live. Karena ini bentuk transparansi penyelenggaraan MTQ dari Kemenag, kita dibantu dengan semua aplikasi yang juga sudah digunakan di MTQ tingkat nasional," sebutnya.
Dengan semua persiapan yang dilakukan, ia berharap Padang Panjang bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ terbaik di Provinsi Sumatera Barat.
"Ayo kita support para kafilah-kafilah muda kita. Ini sangat luar biasa membanggakan bagi Kota Padang Panjang untuk meng-host acara sebesar ini. kita harus siap menjadi tuan rumah yang baik, tuan rumah yang ramah, sehingga siapapun yang datang akan merasa puas datang ke Kota Serambi Mekkah ini," ucapnya.
Sementara itu, Sekdako, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si selaku Ketua Panitia Pelaksana MTQ yang juga sebagai narasumber di talkshow tersebut menyampaikan, untuk lokasi kegiatan tersebar di 18 titik. Pembukaan dan penutupan dipusatkan di Lapangan Khatib Sulaiman, Bancah Laweh.
"Pelaksanaan MTQ dimasa pandemi tetap menjadi perhatian. Meskipun dari tanggal 9 November, Padang Panjang sudah 0 kasus positif Covid-19, namun prokes tetap menjadi hal penting. Selain melakukan antigen, diharapkan seluruh kontingen kabupaten/kota sudah melakukan vaksinasi," tuturnya.
Dikatakannya lagi, untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan MTQ, Pemko melalui Kominfo di akun media sosialnya, akan terus mengupdate setiap hari mengenai pelaksanaan MTQ.(dega/lex)
Editor : Berita Minang






