Artinya, Betrianto berniat membangun rumah tahfidz dengan segala fasilitasnya itu, secara pribadi. Bahkan untuk honor guru, reward dan pelaksanaan umroh bagi murid dan guru tahfidz yang berprestasi juga menjadi tanggungan beliu," tambah Mesri.
Jadi kalaupun ada niat pihak lain yang akan membantu, maka akan diarahkan ke pribadi masing-masing murid. " Kalau untuk pelaksanaan dan kegiatan Rumah Tahfidz Fatimah Az-Zahra, sepenuhnya jadi kewajiban Betrianto pembiayaannya, " jelas Mesri.
Saat ini para murid Rumah Tahfidz Fatimah Az-Zahra sudah ada yang 8 judz. Bahkan ditarget pada maret tahun depan, akan ada pemberangkatan dua orang murid dan dua orang orang tua murid.
" Dua orang murid bersama masing-masing satu orang, orang tua mereka akan diberangkatkan umroh ke tanah suci mekah karena berpreatasi. Bakah nanti bisa saja lebih, kalau dalam waktu berjalan masih ada yang berprestasi, " terangnya.
Kedepan pihak pengurus rumah tahfidz hanya berharap perhatian dan dukungan moral saja dari kalangan pemerintah dan berbagai lapisan masyarakat. Apalagi, keberadaan rumah tahfidz ini adalah salah satu Program Unggulan (Progul) Bupati H. Khairunas dan Wabup H. Yulian Efi, " pungkas Mesri. AA
Editor : Marjeni Rokcalva






