Untuk penanganan dampak pandemi terhadap pertanian, Dinas Pertanian Kota Payakumbuh juga melakukan pendistribusian benih siap tanam sayuran dan benih padi. Disamping itu juga ada bantuan alsintan sebanyak 10 unit traktor, 20 unit mesin potong rumput untuk kelompok tani dari Dana Pokir Wakil Ketua DPRD Irsyad Syafar, serta 2 unit traktor dari Nurkholis.
"Bukti dari kepedulian Pemko Payakumbuh dengan masalah pertanian, adalah dengan melahirkan peraturan daerah mengenai lahan pertanian pangan berkelanjutan, Perda Nomor 1 Tahun 2021 ini merupakan satu-satunya di Provinsi Sumbar yang berguna untuk memprotek lahan pertanian kedepan," kata Depi.
Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Mahyeldi yang sudah berkenan mampir dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Latina sekaligus memberikan dukungan kepada para petani. Dirinya berharap bantuan ini bisa memacu semangat petani dalam berproduksi, di samping pemerintah kota juga ikut memberikan andil dengan pembinaan dan dukungan kepada mereka melalui program strategis.
"Insyaallah, bila petani kita produktif, kita tidak akan khawatir kekurangan pangan. Yang jelas, target selanjutnya bukan lagi bagaimana petani bisa berproduksi untuk makan saja, tetapi bisa untuk menjadi peningkat taraf ekonomi hidup mereka," kata Riza.
Dari sisi Wakil Ketua DPRD Irsyad Syafar mengatakan apresiasi kepada Pemprov Sumbar yang telah mengalokasikan 10 persen APBD untuk pertanian di Sumbar, dengan begitu 65 persen lebih penduduk Sumbar yang merupakan petani bisa lebih terperhatikan lagi.
Sementara itu, Buya Mahyeldi menyampaikan Pemprov Sumbar akan berkonsentrasi ke pertanian dalam pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19. Caranya dengan meningkatkan anggaran pada SKPD terkait. Dirinya berharap kekuatan daya beli lokal harus disiapkan, daripada nanti petani maupun peternak bisa tercekik akibat harga yang naik turun.
"Contohnya saja kebutuhan jagung di Sumbar 1600 ton perhari, makanya kita harus serius. Selama ini kekurangan jagung kita membeli ke luar daerah, kalau harganya mahal nanti pasti membuat peternak sesak nafas. Untuk meningkatkan produksi pertanian, maka didorong dengan program unggulan, keseriusan itu kita perlihatkan di hari ini," kata Buya Mahyeldi. (Do)
Editor :






