IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Nasionalisme Ulama, Ringkasan Sejarah Sebagai Refleksi Reuni Mujahid 212

Suasana reuni 212 di kawasan Monas Jakarta. Ist
Suasana reuni 212 di kawasan Monas Jakarta. Ist
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Sudahlah, apakah reaksi Ulama dan Mujahid berlebihan dalam konstestasi politik?Ini tidak-lah berlebihan, ini adalah keharusan dan kewajiban yang harus ditunaikan. Rasa Nasionalisme para Ulama dan Mujahid tersebut tidak akan luntur sejak dulunya. Kita harus jujur, Nasionalisme Ulama dan Mujahid menjadi tonggak dasar dalam kata-kata "Merdeka", hal itu tidak bisa dibantah.Kata dan teriakan "Merdeka dan Allahu Akbar", adalah kelompokkata yang tak terpisahkan selama perjuangan kemerdakaan, tentu tanpa mengecilkan perjuangan dari agama minoritas.Pastinya, tidak ada kontribusi kaum sekuler dan kaum liberal dalam perjuangan kemerdekaan, bahkan sampai lahirnya negara ini. Dasar pertanyaannya sama, "tidak mungkin ulama-ulama turun kejalan, jika negara ini baik-baik saja". (***)

Penulis: Wakil Ketua DPD PAN Bukittinggi

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH