Sudahlah, apakah reaksi Ulama dan Mujahid berlebihan dalam konstestasi politik?Ini tidak-lah berlebihan, ini adalah keharusan dan kewajiban yang harus ditunaikan. Rasa Nasionalisme para Ulama dan Mujahid tersebut tidak akan luntur sejak dulunya. Kita harus jujur, Nasionalisme Ulama dan Mujahid menjadi tonggak dasar dalam kata-kata "Merdeka", hal itu tidak bisa dibantah.Kata dan teriakan "Merdeka dan Allahu Akbar", adalah kelompokkata yang tak terpisahkan selama perjuangan kemerdakaan, tentu tanpa mengecilkan perjuangan dari agama minoritas.Pastinya, tidak ada kontribusi kaum sekuler dan kaum liberal dalam perjuangan kemerdekaan, bahkan sampai lahirnya negara ini. Dasar pertanyaannya sama, "tidak mungkin ulama-ulama turun kejalan, jika negara ini baik-baik saja". (***)
Penulis: Wakil Ketua DPD PAN Bukittinggi Editor : Berita MinangNasionalisme Ulama, Ringkasan Sejarah Sebagai Refleksi Reuni Mujahid 212
Berita Terkait






