PADANG - Sejumlah siswa SMK dari jurusan yang berkaitan dengan Jasa Konstruksi di Sumatera Barat mengikuti Program Kelas Industri PUPR yang diselenggarakan Balai Jasa Konstruksi Wilayah I dan Dinas Pendidikan Sumbar untuk meningkatkan kapasitas calon lulusan agar saat lulus bisa langsung di terima dunia kerja.
"Upaya untuk membangun sumber daya manusia (SDM) calon pekerja sertor konstruksi harus dilakukan sejak dini di tingkat SMK agar memiliki kompetensi dan lulus sertifikasi sehingga nantinya bisa langsung di serap dunia kerja," kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy di Padang, Senin.
Ia mengatakan itu saat membuka Sosialisasi dan Peluncuran Program Kelas Industri PUPR Kerjasama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah 1 Kementerian PUPR dengan tema "Transformasi Pendidikan Vokasi Mewujudkan SMK Bisa, SMK Hebat" di Padang (18/10/2021).
Wagub mengatakan, sektor jasa konstruksi adalah hal dinamis yang selalu berkembang, terlihat dari berbagai inovasi yang hadir. Karena itu dunia akademik terutama SMK harus bisa menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan tersebut.
Ia menyebut selama ini sebagian pihak lebih menyukai pembangunan yang bersifat fisik dan melupakan pembangunan dari segi SDM. Padahal itu merupakan aset yang mahal, karena tanpa SDM yang kuat pembangunan fisik akan terhambat.
Hal itu sejalan pula dengan upaya untuk memperkecil angka pengangguran terutama di Sumbar yang mencapai 6,67 persen. Wagub Audy yakin peningkatan mutu pendidikan vokasi adalah salah satu kunci menurunkan angka penganggur itu.
"Perlu usaha bersama untuk meningkatkan kompetensi calon lulusan pekerja jasa konstruksi karena itu sektor industri harus aktif datang ke sekolah dalam rangka pengembangan mutu pendidikan vokasi," ujarnya.
Selain itu uji dan sertifikasi kompetensi yang berkualitas harus senantiasa dijaga agar didapat lulusan berkualitas dan didukung pula dengan pemagangan untuk memberikan pengalaman kerja.
Sementara itu Balai Jasa Konstruksi Wilayah 1 Kementerian PUPR Indra Suhada mengatakan kegiatan tersebut adalah upaya meningkatkan kompetensi calon lulusan pekerja jasa konstruksi.
Editor : Berita Minang






