"Kalau sawit harus rutin dipupuk dua kali setahun. Beda dengan pohon jengkol tidak dipupuk pun tetap tumbuh subur dan berbuah lebat," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS menyebutkan, bahwa kondisi ini sudah berjalan selama puluhan tahun.
"Transportasi hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua yang sudah dimodifikasi (motorcroos) dan untuk membawa hasil kebun atau pertanian," ucap Wabup Pasaman.
Wabup Sabar AS berharap karena anggaran di Kabupaten sangat terbatas, semoga Pemerintah Provinsi Sumbar bisa menganggarkan untuk pembangunan Infrastruktur jalan, pembangunan jembatan, pembangunan pengamanan tebing dan normalisasi batang asih 13 km untuk daerah ini.
"Karena anggaran Kabupaten sangat terbatas, kami sangat berharap betul, melalui kunjungan Gubernur dan Komisi IV DPRD Sumbar ini, program peningkatan infrastruktur daerah ini bisa menjadi prioritas pembangunan provinsi," harapnya.
"Karena selama ini masyarakat hanya menggunakan listrik dengan generator. Dan untuk pendidikan, anak anak disini tidak bisa melakukan pelajaran menggunakan via zoom atau virtual, sebab tidak ada jaringan internet disini, pak Gubernur," sebutnya.
Ditambahnya ia juga meminta pembangunan sekolah bisa mencapai tingkat SMA di daerahnya. Harapan dan semua keluhan masyarakat Simamonen, rencananya akan dibicarakan para rapat komisi IV DPRD Sumbar.
Hadir Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Suharjono, Kepala Dinas PUPR Sumbar Fathol Bari, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Siti Aisyah, Kepala Dinas ESDM, Hery Martinus, Kepala Balitbang Sumbar, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sumbar, anggota DPRD Pasaman, Kepala OPD Pasaman terkit dan Camat Rao Utara Agusti Maizol.
(BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR) Editor : Berita Minang






