PASAMAN - Masyarakat Simamonen Nagari Koto Rajo Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman merasa bermimpi dan terkejut, karena daerahnya didatangi Gubernur Sumatera Barat, ini adalah kunjungan perdana seorang Gubernur kedaerah tersebut sepanjang sejarah.
Kedatangan Mahyeldi membuat masyarakat Simamonen sangat bahagia. Apalagi kedatangan orang nomor 1 di Sumbar juga didampingi oleh Wakil Bupati Pasaman bersama Komisi IV DPRD Sumbar untuk meninjau lokasi pembangunan infrastruktur jalan, Minggu (3/10/2021).
Jorong Simamonen merupakan sebuah desa terisolir yang hanya bisa diakses menggunakan jalan kecil dan tanjakan yang berliku mengitari perbukitan. Untuk menuju ke sana, rombongan Gubernur harus melewati sungai dengan menggunakan kendaraan khusus 4 x 4. Namun hal itu tidak menghalangi tekad Gubernur Mahyeldi untuk menengok kehidupan warganya yang tinggal di dusun itu. Selain itu, kunjungannya ke jorong itu juga dalam rangka memantau infrastruktur untuk menunjang kehidupan warga yang tinggal di sana.
Mahyeldi mengatakan, kunjungan kerja ini bagian upaya mendekatkan pelayanan pemerintahan dalam upaya meningkatkan pembangunan daerah. Terutama terhadap daerah yang selama ini masih terisolir jauh dari kemajuan pembangunan.
"Daerah Jorong Simamonen sangat memiliki potensi besar menghasilkan komoditi karet, jagung dan sawit. Namun terkendala insfrastruktur jalan hasil pertanian masyarakat disini susah dibawa keluar," kata Mahyeldi.
"Untuk itu kami hadir disini, agar kami bisa lebih mengetahui kesulitan masyarakat di daerah terisolir dan melihat dari dekat potensi daerah untuk menentukan hal-hal penting dalam menetapkan pembangunan daerah," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi juga mendengarkan keluhan masyarakat Simamonen yang juga berkeinginan hasil pertaniannya bisa lebih memuaskan, agar pemerintah bisa memberikan bantuan bibit dan pupuk. Selain itu, Gubernur Mahyeldi juga menyarankan, agar masyarakat Simamonen selain menanam komoditi jagung, karet dan sawit sebaiknya juga bisa menanam tanaman Jengkol, karena jengkol merupakan primadona ekspor saat ini.
"Saya berharap juga masyarakat disini bisa tanam jengkol juga, karena jengkol sudah dikenal oleh negara asing. Permintaan jengkol saat ini tinggi sekali," ujarnya.
Mahyeldi menjelaskan, Budidaya tanaman jengkol sangat menggiurkan, karena produksinya bisa mencapai satu ton/pohon. Pohon jengkol bisa produksi rata-rata dua kali dalam setahun. Meskipun dalam satu tahun dua kali panen, namun, penghasilan yang didapatkan sudah bersih, karena tidak harus lagi mengeluarkan biaya perawatan, dan pemupukan seperti sawit.
Editor : Berita Minang






