PAYAKUMBUH - Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh tengah mempersiapkan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun 2021, kegiatan ini akan diikuti oleh jenjang pendidikan SD dan SLTP pada jalur formal, serta pendidikan kesetaraan jalur non formal (paket A dan B) se Kota Payakumbuh.
Kepala Dinas Pendidikan AH Agustion melalui Kabid Dikdas Fiqih Rahmat saat diwawancara di ruang kerjanya, Jumat (1/10), memaparkan untuk jenjang SLTP, peserta dari SMP sebanyak 916 orang dan siswa MTs sebanyak 181 orang dan akan mengikutinya pada 4 sampai 7 Oktober 2021, hanya untuk siswa kelas 8.
Untuk jenjang pendidikan dasar, peserta dari siswa SD sebanyak kurang lebih 2280 orang dan dari sekolah Madrasah Ibtidaiyah sekitar 60 orang. Mereka akan mengikutinya pada 8 sampai 11 November 2021, hanya untuk kelas 5.
"Sementara untuk paket C sudah selesai dilaksanakan pada bulan September lalu," kata Fiqih.
Ada dua metode pelaksanaan ANBK ini, yakni semi online dan full online. Sementara di Kota Payakumbuh dilaksanakan secara full online karena jaringan internet di setiap sekolah selain sudah diakomodir oleh Diskominfo Kota Payakumbuh dan juga telah ditambah kapasitasnya oleh pihak sekolah melalui layanan Speedy Telkom dan rata-rata sudah mencukupi untuk kebutuhan terkait ANBK ini.
Dari ANBK ini, kata Fiqih, Pemko Payakumbuh akan melihat sejauh mana mutu pendidikan secara riil di sekolah. Hasilnya nanti sebagai bahan evaluasi sekolah, dinas pendidikan, maupun pemko dalam mengambil kebijakan pemerataan mutu pendidikan kedepannya.
"Ujiannya kurang lebih seperti ujian nasional, tetapi nilainya tidak menjadi acuan kelulusan siswa sekolah karena yang ikut ujian bukan siswa kelas akhir, kita bisa sebut ini adalah bentuk survey bagi anak kelas 5 dan 8," kata Fiqih.
Fiqih menjelaskan Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar meliputi literasi, numerasi, dan karakter, serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.
"Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu asesmen kompetensi minimum (AKM)," kata Fiqih.
Editor :






