Ketua Dekranasda Ny. Fiona Erman Safar menyarankan agar perajin kombuik dapat menerima saran tersebut dan mampu menghadapi tantangan yang muncul. "Produk yang laris itu (adalah) yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Kita akan jalin kerjasama. Produk diambil dari Taratak, sementara UMKM Bukittinggi yang memasarkan. Jadi, setiap pihak dapat benefit," jelas Ny. Fiona.
Selepas melakukan studi komparatif di Jorong Taratak, rombongan melanjutkan perjalanan untuk melakukan kaji banding kerajinan bordir ke Galeri Rancak di Nagari Koto Tangah Simalanggang, Kabupaten 50 Kota.
Di Galeri tersebut, rombongan Dekranasda tidak saja mendapati hasil kerajinan berupa bordir, namun juga ragam produk lainnya dari UMKM setempat, seperti produk makanan ringan.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
(Yus)
Editor : Berita Minang







