AGAM - Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) terbukti berhasil mendorong akselerasi pembangunan di desa/nagari sehingga patut untuk didukung penuh pelaksanaannya meski dalam masa pandemi COVID-19.
"TMMD telah membantu pemerintah memberdayakan wilayah serta meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah untuk kepentingan pertahanan negara dan mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa," kata Gubernur Mahyeldi saat membuka TMMD ke-112 di Kabupaten Agam, Rabu (15/9/2021).
Dalam sambutannya Gubernur menegaskan Pemprov Sumbar mendukung pelaksanaan TMMD di wilayah teritorial Kodim 0304/Agam.
Ini menjadi program terpadu lintas sektoral sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan.
Gubernur Mahyeldi menyampaikan, prioritas sasaran kegiatan TMMD adalah daerah perdesaan yang tergolong sebagai daerah miskin/tertinggal, daerah terisolir/- terpencil, daerah perbatasan/pulau-pulau kecil terluar dan daerah terisolir/- terpencil, daerah perbatasan/pulau-pulau kecil terluar dan daerah terisolir/- terpencil, daerah perbatasan/pulau-pulau kecil terluar dan daerah terisolir- terpencil.
Mahyeldi menilai, TMMD menjadi komitmen moral TNI terhadap masyarakat dilaksanakan 3 (tiga) kali dalam setahun pada 5 (lima) lokasi.
"Kemanunggalan TNI dengan masyarakat ini telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mulai dari program pemberdayaan masyarakat terutama penanangan dan pembangunan infrastruktur," jelasnya.
Program TMMD terbukti sangat mendorong kemajuan di desa/nagari. Program membantu ini bisa menjadi salah satu wahana sosialisasi kepada masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan serta program vaksinasi massal Covid-19.
"Apalagi saat ini jumlah masyarakat di Sumbar yang terpapar Covid-19 kembali meningkat, setelah sempat malandai selama beberapa bulan. Sehingga masyarakat perlu terus diingatkan untuk tidak abai menerapkan protokol kesehatan 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan," ungkap Mahyeldi.
Editor : Berita Minang






